• Berita Terkini

    Sabtu, 18 Juni 2016

    Pasar Sruni Sentra Takjilan Buka Puasa di Kebumen

    dok/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com - Selama bulan Ramadan, setiap menjelang waktu buka puasa Pasar Sruni di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, selalu dipadati ratusan warga. Mereka mendatangi pasar tersebut untuk berbelanja keperluan berbuka puasa.

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pasar Sruni setiap bulan Ramadan selalu menjadi pusat takjil. Tak ada yang mengetahui persis kapan tradisi ini dimulai, tetapi setiap menjelang berbuka puasa halaman pasar ini selalu ramai diserbu pembeli. Bahkan tempat ini disebut-sebut sebagai pusat takjil terbesar di Kabupaten Kebumen.

    Ya, selama bulan Ramadan, setiap menjelang waktu buka puasa Pasar Sruni selalu dipadati ratusan warga. Mereka mendatangi pasar tersebut untuk berbelanja keperluan berbuka puasa. Pasar yang sempat kisruh terkait dengan penempatan pedagang pasar itu menjadi alternatif pilihan masyarakat dalam menyiapkan menu berbuka puasa.

    Selepas Asar, para pedagang aneka makanan sudah membuka lapak di pinggir sepanjang jalan mulai dari Jembatan Sruni hingga pertigaan Surotrunan. Aneka menu buka puasa tersedia ditempat ini seperti es cendol, dadar gulung, kolak, es kelapa muda, nasi bungkus dan lauk pauknya, anke buah-buahan, aneka gorengan hingga lumpia. Selepas Asar, para pedagang aneka makanan sudah menjajakan lapak di pinggir sepanjang jalan mulai dari Jembatan Sruni hingga pertigaan Surotrunan. Selain itu, para pedagang juga menjajakan aneka lauk pauk dan sayuran dengan harga yang relatif murah.

    Adapun para pedagang berasal dari sejumlah desa di sekitar pasar, seperti Desa Sruni, Bandung, Bojongsari dan Roworejo.  Salah satu pedagang Martilah (55) warga Desa Bojongsari mengaku sudah puluhan tahun menjadi pedagang musiman. Perempuan sehari-hari yang ikut menjadi perajin tas itu berjualan kolak dan rujak. Dia mengaku, kolak yang dibuatnya tanpa pemanis buatan alias memakai gula murni.  "Ya, diniati ibadah di bulan Ramadan karena menyediakan makanan untuk orang berbuka puasa itu besar pahalanya," ujarnya, kemarin sore (17/6/2016).

    Pedagang lain Hindun (42) warga Desa Roworejo mengaku pengunjung mulai ramai pada pukul 16.00 hingga menjelang maghrib. Perempuan yang berjualan sayuran dan lauk pauk tersebut selama empat tahun terakhir itu mengaku, pedagang makanan itu hanya ada selama Ramadan. Selain itu, Pasar Sruni hanya ramai pada pagi hari.  "Lumayan untuk tambah-tambah penghasilan menghadapi Lebaran," kata perempuan yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga tersebut.

    Mengunjungi pasar Sruni memang cukup menarik untuk berburu aneka makanan. Selain beraneka ragam makanan yang ditawarkan, sejumlah barang yang dijual oleh para pedagang harganya miring. Namun begitu, tidak semua orang yang mendatangi Pasar Sruni pada sore hari ingin membeli makanan. Banyak pula yang sekadar ngabuburit menunggu waktu buka puasa. Terutama bagi para remaja banyak yang pasar tiban itu dimanfaatkan untuk cuci mata.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top