• Berita Terkini

    Thursday, June 2, 2016

    Kepastian Awal Puasa 6 Juni, Tinggal Tunggu Isbat

    ilustrasi
    Kemenag Gelar Sidang Isbat 5 Juni
    JAKARTA- Hawa bulan puasa semakin terasa. Tanpa menunggu keputusan sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag), sejatinya sudah bisa ditetapkan 1 Ramadan 1437 H/2016 M jatuh pada Senin (6/6) pekan depan. Namun sebagaimana tradisi sebelumnya, Kemenag tetap harus menjalankan sidang Isbat.


    Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin menuturkan, Kemenag menggelar sidang Isbat pada Minggu sore (5/6). "Kami sudah tetapkan sejumlah titik pemantauan hilal," katanya kemarin. Dia berharap sidang Isbat tahun ini berjalan lancar.


    Machasin menjelaskan meskipun banyak pihak yang sudah mengklaim bahwa 1 Ramadhan kompak 6 Juni, sidang Isbat tetap akan dilaksanakan.

    Sebab Kemenag mengakomodir ketentuan yang menyebutkan bahwa untuk memastikan awal bulan di kalender hijriyah harus melihat hilal langsung (rukyah). Dia berharap masyarakat juga tetap menunggu hasil sidang Isbat.

    Sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan rangkaian sidang Isbat digelar terbuka untuk publik. Namun khusus sesi sidang utamanya, bakal digelar tertutup.

    Tujuannya adalah menghindari sorotan media terhadap potensi perdebatan sepanjang sidang. "Perdebatan itu biar menjadi konsumsi kami. Masyarakat nanti diberitahu hasil setelah sidang," katanya.


    Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga bersiap mendukung pemantauan hilal 5 Juni nanti. Kasubid Informasi Meteorologi Publik Hary Tirto Djatmiko menjelaskan, secara umum cuaca saat pemantauan hilal nanti cerah. "Tapi datanya semakin akurat saat mendekati 5 Juni nanti," katanya.


    Berdasarkan pemantauan cuaca per 1 Juni, di sepanjang pulau Jawa saat berlangsung pemantauan hilal cuaca dalam kondisi cerah. Potensi hujan ringan hanya terjadi di Jawa Timur bagian timur dan barat. Hujan ringan juga diperkirakan bakal terjadi di sepanjang pulau Sumatera, Kalimantan, dan sebagian besar Sulawesi. Sedangkan di bagian timur seperti Papua dan Papua Barat, diprediksi hujan sedang hingga lebat.


    Hary berharap pemantauan hilal 5 Juni nanti berjalan lancar. Sehingga sidang Isbat bisa mengambil keputusan awal 1 Ramadan 1437 H. Rencananya hari ini (3/6) BMKG secara khusus akan menyampaikan analisa cuaca terkini jelang bulan puasa.


    Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin juga belum bisa secara tegas menyebutkan bahwa 1 Ramadan jatuh pada Senin, 6 Juni. "Sebaiknya kita tunggu saja hasil sidang Isbat," jelasnya. Meskipun begitu dari kriteria tinggi hilal yang dia sebutkan, sudah memenuhi kriteria bahwa 1 Ramadan jatuh pada Senin 6 Juni.

    Diantara kriterianya adalah saat dilakukan pemantauan langsung (rukyah) nanti, tinggi bulan muda (hilal) dari ufuk adalah 3 derajat. Merujuk kriteria yang digunakan Muhammadiyah, yakni pokok tinggi hilal di atas nol derajat, maka 1 Ramadan jatuh pada 6 Juni. Kemudian merujuk kriteria wujudul hilal yang dipakai NU dan pemerintah, tinggi hilal 3 derajat itu sudah di atas kriteria minimal 2 derajat.

    Thomas sempat menyebutkan ormas Persatuan Islam (Persis) yang berbasis di Jawa Barat, berpotensi mengawali 1 Ramadan pada Selasa, 7 Juni. Sebab Persis menggunakan acuan tinggi hilal 4 sampai 6 derajat di atas ufuk.

    Namun akhirnya Thomas sudah mendapatkan jawaban dari pihak Persis. Di dalam surat edarannya Pimpinan Pusat (PP) Persis menetapkan bahwa 1 Ramadan jatuh pada Senin, 6 Juni. "Jadi Insya Allah awal puasa serentak 6 Juni," katanya. Namun Thomas menegaskaa masyarakat sebaiknya tetap menunggu kepastian sidang Isbat Kemenag. (wan)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top