• Berita Terkini

    Wednesday, June 1, 2016

    Hadapi Ramadan, Pemkab Antisipasi Kelangkaan Elpiji

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Konsumsi elpiji 3 kilogram selama ramadan dan lebaran diprediksi bakal meningkat. Namun, masyarakat dihimbau tidak perlu khawatir atas ketersediaan stok elpiji bersubsidi tersebut. Sebab, alokasi elpiji tabung 'melon' itu akan ditambah 13,5 hingga 14,5 persen selama ramadan dan lebaran. Sehingga tidak akan terjadi kelangkaan.

    Hal itu dikatakan Sekda Adi Pandoyo dalam paparannya pada Rapat Koordinasi Ekonomi Keuangan dan Industri Daerah ( Rakor Ekuinda) menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1437 hijriah di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Bupati, Rabu (1/6/2016) tadi malam.

    Adi Pandoyo mengatakan, diprediksi kenaikan penyaluran elpiji 3 kilogram sebesar 13,5 hingga 14,5 persen dari alokasi normal pada ramadan dan lebaran mendatang. Sedangkan untuk elpiji 12 kilogram naik 10 persen.

    Diprediksi kebutuhan elpiji 3 kilogram pada Juni dan Juli naik menjadi 648.544 tabung, atau naik 13,5 persen. Asumsi tersebut masih dibawah ketersediaannya sebesar 736.097 tabung. Sedangkan cadangannya mencapai 87.553 tabung. Adapun ketersediaan pada Juli, menjadi 742.582 tabung dengan cadangan 94.038 tabung.

    Kebutuhan elpiji 12 kilogram juga diprediksi naik 10 persen dari kebutuhan normal 21.086 tabung. Sedang ketersediaan stok pada Juni dan Juli mencapai menjadi 23.195 tabung. Adapun cadangannya sebanyak 2.109 tabung.

    Ia menegaskan, selain alokasinya ditambah, pada saat lebaran mendatang, juga akan dilakukan dan penjadwalan pangkalan siaga. Ini dilakukan untuk memastikan setiap harinya ada pagkalan yang tetap buka melayani masyarakat, meski pada hari raya lebaran.

    Selain itu, Pertamina juga akan menambah alokasi Bahan Bakar Minyak (BBM). Diperkirakan penambahan yang akan diberikan mencapai 30 persen untuk BBM jenis premium, 50 persen untuk pertamax, dan 5 persen untuk solar. "Namun, angka pastinya nanti setelah kita melakukan rapat dengan Pertamina," ujarnya.

    Prediksi kebutuhannya 5.989 kilo liter (KL) untuk premium, dibawah ketersediaan sebanyak 7.786 KL, serta cadangannya 1.797 KL. Solar kebutuhan 2.584 KL, ketersediaan 2.713, cadangan 129 KL. Sedangkan Pertamax kebutuhannya 847 KL, ketersediannya 1.270 KL dan cadangan 423 KL.

    Rakor Ekuinda dihadiri Bupati HM Yahya Fuad, Wakil Bupati Yazid Mahfudz, Anggota Forkompimda, Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Kebumen,  Ketua Orari Kebumen, Ketua Organda Kabupaten Kebumen, serta Pimpinan Hiswana Migas wilayah Kedu.

    Sementara itu, cadangan pangan menjelang Ramadan dan Lebaran di Kebumen relatif aman. Saat ini cadangan  pangan di masyarakat saja, dalam bentuk gabah kering giling mencapai 4.979,92 ton beras.

    Cadangan pangan masyarakat tersebut  tersimpan  di  lumbung pangan desa di 25 lumbung sebanyak 256,33 ton. Di lembaga  distribusi Pangan masyarakat yang  tersebar  di 7 gapoktan sebanyak 39,25 ton serta  di kelompok tani  pelaksana  Kegiatan  Dana Talangan  Pengadaan pangan sebanyak 312,50 ton. Sementara  Cadangan pangan pemerintah sebanyak 4.914,46 ton beras tersimpan di Gudang Bulog  dan  65,46 ton di  bawah pengelolaan  Kantor Ketahanan pangan.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top