• Berita Terkini

    Tuesday, June 7, 2016

    573 Siswa SMP Negeri 2 Karanganyar Ikuti Sosialisasi Pendidikan Reproduksi Aman

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sebanyak 573 siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 2 Karanganyar mengikuti Sosialisasi Pendidikan Reproduksi Aman.  Kegiatan guna membentengi siswa dari pengaruh seks bebas itu diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) bekerjasama dengan Komisi A DPRD Kebumen

    Hadir kemarin, Kasi Kurikulum dan Peningkatan Mutu SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Dikpora) Dra Budi Nurhayati, anggota Komisi A DPRD Dian Lestari Subekti Pertiwi dan Nurhidayati, dr Aurina dari Puskesmas Karangaya dan Psikolog dari RSUD dr Yulia.

    Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Karangayar Tuseno SPd mengatakan, Pendidikan Reproduksi Aman selaras dengan Visi SMP Negeri 2 Karanganyar yakni "Berprestasi Tinggi dan Berakhlak Mulia". Dengan pergaulan dan moral siswa yang baik, maka akan mendukung siswa untuk berprestasi tinggi.

    Apalagi di tengah pesatnya perkembangan teknologi seperti saat ini yang ternyata mempunyai dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan pergaulan anak. Salah satunya pergaulan yang cenderung negatif diantaranya, narkoba dan seks bebas (free sex). Maka dari itu sosialisasi Pendidikan reproduksi aman sangat penting untuk dilaksanakan. “Dengan demikian siswa dapat mengetahui, dampak negatif dan bahaya seks bebas,” tuturnya, Senin (5/6/2016).

    Sementara itu, dr Arina dalam paparannya menjelaskan tentang kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS. Menurutnya Kebupaten Kebumen seharusnya sudah siaga satu mengenai seks bebas dan HIV. Pasalnya saat ini banyak sudah remaja yang sudah hamil di luar nikah. “Di Kecamatan Karangayar saja tahun ini sudah empat remaja yang hamil diluar nikah,” paparnya, sembari menambahkan, untuk mengalihkan hasrat seksual yang berlebih siswa harus banyak melakukan kegiatan positif dan olahraga.

    Adapun Dian Lestari Subekti Pertiwi mengatakan, Pendidikan Reproduksi Aman sebenarnya merupakan iniatif dari Komisi A dan Dikpora. Ini akan rutin dilaksanakan di sekolah-sekolah. Sebagai awalan, program ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Karangayar. “Ada anggaran atau tidak, kegiatan ini akan rutin dilaksanakan. Kita akan bekerjasama dengan dokter rumah sakit ataupun puskesmas yang berkompeten dibidang ini,” tegasnya.

    Dengan adanya reproduksi aman, maka akan tercipta generasi yang aman dan unggulan, sehingga mampu berkompetisi untuk menang. Pendidikan ini juga penting untuk menjaga remaja dari kontaminasi lingkungan yang jelek. “Lingkungan yang tidak baik, merupakan salah satu bentuk diskriminasi kepada para remaja. Sebab sebenarnya mereka berhak untuk mendapatkan lingkungan yang baik,” jelasnya.

    Sementara itu Dra Budi Nurhayati mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pada penanggulangan maraknya penyakit HIV/AIDS di Kebumen. Sebab fenomina HIV mirip seperti gunung es. “Terlihat hanya sedikit yang tampak dipermukaan. Namun yang tidak terlihat jauh lebih besar,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top