• Berita Terkini

    Saturday, May 14, 2016

    SMK Komputer Gelar Pameran Reptil

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Untuk mengenalkan berbagai binatang melata, SMK Komputer Karanganyar menggelar pameran reptil di sekolah setempat, kemarin. Acara yang digelar di halaman sekolah yang berada dibarat Alun-alun Karanganyar itu menggandeng Komunitas Independent Reptil Society (IRIS) dan Taman Reptil Adiluhur (TARA).

    Ketua Panitia Suratno, mengatakan pameran ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan warga sekolah tentang keberadaan reptil. Selain itu juga, untuk mengenal safety terhadap beberapa reptil berbahaya. Hal itu mengingat banyaknya habitat satwa di Kebumen.

    "Sementara pengetahuan tentang pengelolaan reptil masih sangat minim," kata Suratno, kepada Kebumen Ekspres, Jumat (13/5/2016) kemarin.

    Ada sekitar 20 spesies reptil yang dipamerkan, mulai dari ular jali, phyton albino, Phyton morulus, iguana, buaya muara, kobra local, king kobra, dan hewan unik lannya. Ular terbesar adalah phyton kembang berwarna kecoklatan, yang bobotnya mencapai 15 kilogram dengan panjang 2 meter. Pada kesempatan itu, pengunjung dapat bertanya langsung dan berfoto bersama reptil.

    Selain memberikan edukasi kepada penonton, lanjut Suratno, dalam kesempatan tersebut, IRIS juga menampilkan atraksi bermain dengan hewan liar. Yaitu ular phyton liar dan king kobra yang dikenal dengan istilah Venom.

    Adegan yang berbahaya dan menegangkan ini cukup membuat penonton miris, melihat berita-berita tentang meninggalnya salah satu artis akibat serangan ular kobra. Hal tersebut, disebabkan kurangnya pengetahuan “safety” tentang ular.

    Adegan ini hanya boleh dilakukan oleh seorang professional, sehingga panitia harus menyiapkan pagar betis bagi penonton, sebab semburan cobra sangat berbahaya dan mematikan. Bahkan kameramen dan pemain harus mengenakan kacamata khusus.

    Menurut mantan Ketua Panwaskab ini, sudah saatnya edukasi tentang reptil semacam ini disampaikan ke masyarakat dan anak sekolah. "Selain sebagai hiburan, juga menjadi pengetahuan baru tentang cara penanganan beberapa hewan berbisa," ujarnya.

    Masyarakat diharapkan mampu melakukan upaya-upaya preventif, tetapi tidak dengan cara memusuhi atau membunuh. Melalui edukasi ini, komunitas reptil ini juga menyampaikan ajakan ke masyarakat sebagai upaya melakukan upaya mencintai dan melindungi reptil-reptil. "Ini sebagai salah satu aset kekayaan bangsa dan bagian upaya menjaga keseimbangan alam," pungkasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top