• Berita Terkini

    Monday, May 23, 2016

    Siswa Diajak Tanggulangi TB-HIV

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Dalam rangka menyambut Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia, yang jatuh setiap tanggal 24 Maret, Sub-Sub Recipient (SRR) TB Aisyiyah Kebumen menyelenggarakan sarasehan yang diikuti oleh organisasi kemasyarakatan dan para pelajar di Kebumen, di Pendopo Bupeti Kebumen, Sabtu (21/5/2016).

    Hadir dalam acara tersebut, Sekda H Adi Pandoyo SH MSi, Kepala Dinas Kesehatan dr Hj Yohanita Rini Kristiani Mkes dan sejumlah pejabat di lingkungan pemkab. Dalam kegiatan yang dibuka Bupati Kebumen Ir H Mohammad Yahya Fuad SE itu, juga dilaksanakan penandatanganan bersama Gerakan Bersama Indonesia Bebas TB.

    Bupati Fuad mengatakan, pemberantasan TB tidak bisa dilakukan pemerintah atau jajaran kesehatan semata. Akan tetapi melibatkan banyak pihak serta masyarakat, termasuk siswa. Ini mengingat, penyembuhan penyakit TB di samping memerlukan konsistensi dalam pengobatan, juga memerlukan waktu cukup. Bahkan untuk HIV hingga kini belum ada obatnya. "Selain itu penanganannya juga berkesinambungan," katanya.

    Lebih lanjut, walaupun banyak kemajuan yang dicapai dalam penanggulangan TB, namun tantangan ke depan masih besar. Untuk itu, peningkatan koordinasi dan sinkronisasi program penanggulangan TB perlu dilakukan. Dari mulai perencanaan, pelaksanaan dan penilaian demi tercapainya target penanggulangan penyakit tersebut.

    Kepala SSR Aisyiyah Sri Hadi Widi Astuti mengatakan, dengan adanya gerakan bersama Indonesia bebas TB diharapkan, di Kebupaten Kebumen dapat terbebas dari TB dan HIV. Sebab kini penyebaran TB HIV sudah sangat memprihatinkan. Untuk menanggulangi itu semua dibutuhkan komitmen dan kepedulian semua pihak. “TB HIV seperti fenomena gunung es, dimana dari permukaan tampak sedikit namun dibalik itu semua jumlah penderita sungguh besar,” tuturnya.

    Jika pengidap Penyakit HIV sudah terkontaminasi dengan TB maka akan sulit disembuhkan. Dan dalam beberapa kasus terkadang dijumpai pasien mengalami kematian. Maka dari itu jika sudah terkena TB dan HIV maka pasien harus rajin berobat. Sebab TB bisa disembukan dengan berobat secara teratur, sedangkan HIV juga dapat dikendalikan dengan cara meminum anti Retro viral (ARV) secara teratur. “Periksalah ke dokter rumah sakit atau puskesmas yang menyediakan obat ARV,” paparnya.

    Sementara itu Ketua panitia Nurhayati Darojah didampingi sekretaris Esti Rokhmawati mengatakan, sarasehan TB-HIV untuk siswa SMP dan SMA di Kebumen ini  mengangkat tema "Gerakan Bersama Indonesia Bebas TB.". (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top