• Berita Terkini

    Wednesday, May 25, 2016

    Pemulung Tewas Tersambar KA

    syaifurrohman for ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Seorang pria yang belum diketahui identitasnya tewas disambar kereta api Api Malabar jurusan Malang – Merak di Jalur KM 445 Jabres, Kecamatan Sruweng, Rabu (25/5/2016) pukul 01.00 WIB.

    Adapun ciri-ciri korban, diperkirakan berumur 25 tahun. Korban berambut hitam lurus, kulit sawo matang, tinggi badan 160 cm, memakai celana pendek dan kaos warna hitam.

    Keterangan Kapolres Kebumen AKBP Alpen SH SIK MH melalui Kapolsek Sruweng AKP Setyoko SH, tidak ada yang tahu persis kronologi peristiwa itu. Hanya dari keterangan masinis Asep Rukhayat dan Asisten masisis Yogi Eko Prasetyo, korban diperkirakan tak menyadari saat KA melaju dari arah belakang. "Akibat tertabrak KA yang melaju dari arah timur itu, korban meninggal dengan luka serius," ujarnya.

    Saat ditemukan, tak ada tanda pengenal di tubuh korban. Namun, diperkirakan laki-laki malang tersebut adalah seorang pemulung. "Saat ditemukan, di dekat tubuhnya ditemukan karung yang berisikan botol plastik Aqua bekas," kata AKP Setyoko.

    Barang-barang tersebut kini telah dibawa ke RSUD Kebumen untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Jika ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri ciri tersebut, bisa langsung mengcek di RSUD Kebumen," kata AKP Setyoko lagi.

    Terpisah, penemuan mayat juga terjadi di areal persawahan Desa Podourip Petanahan, pada hari Selasa (24/5) pagi. Berdasarkan keterangan polisi, korban diketahui bernama Harjo Suwito (75) yang sehari-hari berprofesi sebagai petani.

    Kuat dugaan, korban meninggal karena sakit.  Kapolsek Petanahan AKP I Made Arjana mengatakan  di sekitar lokasi kejadian, polisi pun tidak menemukan hal mencurigakan. Sementara, di tubuh korban juga tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.

    Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui sempat mengeluh tak enak badan saat hendak pergi ke sawah. "Menurut istrinya yang bernama Supiyati (70), korban sempat mengeluh kalau dirinya merasa sesak nafas, namun tetap memaksakan diri pergi kesawah,” ujar Kapolsek.(cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top