• Berita Terkini

    Tuesday, May 24, 2016

    Pembakaran Ruang Kelas Diselesaikan Kekeluargaan

    RYANTONO P.S/RASO
    SUKOHARJO – Ulah nekat Vr, 11, siswi kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Ngombakan Kecamatan Polokarto membakar ruang kelasnya sendiri, menjadi cambukan bagi orang tua (ortu)-nya. Sang ayah Mulyadi berjanji lebih memperhatikan putri bungsunya.

    ”Saya kaget dia (Vr, Red) melakukan hal itu,” tuturnya di Mapolres Sukoharjo, Selasa (24/5).

    Diterangkan Mulyadi, selama di rumah, Vr bersikap baik dan tidak neko-neko. Kebiasannya setiap pagi bangun pukul 04.00 untuk persiapan Salat Subuh lalu berangkat ke sekolah.

    Tiga saudara Vr sudah bekerja di luar kota. Memang, jarak kelahiran Vr dan kakak-kakaknya terpaut cukup jauh. ”Kakaknya sudah pada tahu dan langsung menanyakan kabar itu pada saya,” terang dia.

    Sehari-hari, Mulyadi dan istrinya berangkat bekerja sejak pagi dan baru pulang pada malam hari. Selama ditinggalkan di rumah, Vr tinggal bersama paman dan bibinya. ”Saya akan lebih perhatian lagi pada anak saya dan bakal mengantar jemput dia (berangkat dan pulang sekolah, Red),” janjinya.
    Sementara itu, Kepala MIM Ngombakan Suprianto berniat menyelesaikan kasus pembakaran ruang kelas V dan VI sekolahnya dengan cara kekeluargaan. Yakni mencabut laporan ke Polres Sukoharjo.

    Sepengetahuan Suprianto, selama di sekolah Vr merupakan siswi pendiam. ”Malah akrab dengan guru-guru,” ungkapnya.

    Bagaimana soal saling ejek di sekolah? Dia tidak pernah mendapati secara langsung Vr diejek. Selama proses belajar mengajar, para murid terlihat tenang.  ”Apa diejeknya di luar kelas saat guru keluar atau istirahat? Biasanya anak-anak kalau saling ejek, keesokan harinya sudah biasa lagi,” beber Suprianto.

    Yang dia ketahui, selama ini anak-anak becanda mengeluarkan kata-kata  ora konco…ora konco (tidak teman…tidak teman). Penyebab Vr merasa jengkel sering diejek, menurut Suprianto menjadi ranah polisi dan psikolog untuk mendalaminya.

    Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, Vr merupakan siswi pindahan dari SDN 2 Ngombakan sejak duduk di kelas IV.
    Terpisah, Wakil Kepala Sekolah MIM Ngombakan Rianto menuturkan, murid-murid kelas V masih belajar di serambi masjid karena ruang kelas belum dibersihkan. ”Nanti tunggu suasana kondusif. Untuk saat ini Vr juga belum masuk Sekolah,” kata dia.

    Pihak sekolah juga telah memberikan pengertian kepada para murid, khususnya kelas V tentang saling ejek. Rianto meminta  para pelajar tidak mengejek Vr lagi ketika masuk sekolah. (yan/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top