• Berita Terkini

    Senin, 02 Mei 2016

    Miris, Gara-gara Terlilit Hutang, Ibu Rumah Tangga di Rowokele Nekat Gantung Diri

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Gara-gara tak kuat menanggung beban hidup akibat terlilit hutang, Sartiyah (37) seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Rowokele, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Jenasah warga warga RT 09 RW 6 Desa Giyanti Kecamatan Rowokele tersebut ditemukan suaminya sendiri, Misman Sabtu pagi akhir pekan kemarin (30/4/2016).

    Kepada polisi, Misman (45) suami korban, mengatakan baru mengetahui apa yang dilakukan istrinya tersebut sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, dia yang baru bangun tidur dan hendak mengeluarkan sepeda motor, melihat istrinya tergantung di blandar pintu kamar. Misman lantas berteriak minta tolong dan membangunkan anaknya, yang kala itu masih tidur.

    Tak lama kemudian, warga berbondong-bondong mendatangi rumah korban. Diantara warga lantas melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Polsek Rowokele yang datang tak lama kemudian. Dari hasil pemeriksaan polisi, tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban dinyatakan meninggal karena bunuh diri.

    "Korban nekat melakukan tindak bunuh diri dengan menggunakan seutas tali plastik, disebabkan kerena depresi karena banyak hutang,” terang Kapolres Kebumen AKPBP Alpen SH SIK MH seperti disampaikan Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto, Minggu (1/5).

    Cerita tragis juga terjadi di hari yang sama, persisnya di Desa Jlegiwinangun Kecamatan Kutowinangun.  Sumarni (55) Warga RT 1 RW 1 meninggal dunia akibat tenggelam di saluran Irigasi Pedegolan yang ada di desa setempat.

    Kejadian tersebut berawal saat korban sedang mencuci gerabah di aliran irigasi Pedegolan yang berada tepat di depan rumah. Saat mencuci gerabah, korban tiba-tiba terjatuh ke dalam aliran sungai yang deras. Korban pun meninggal dunia setelah sebelumnya sempat hanyut sepanjang 1 kilometer dari tempat kejadian.

    Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka dan meninggal korban murni akibat tenggelam.  Korban pun kemudian diserahkan oleh Kapolsek Kutowinangun AKP Rudjito kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. "Dari keterangan pihak keluarga, korban mengidap darah tinggi sehingga sering mengalami pusing. Diduga sesaat sebelum kejadian, korban merasa pusing dan jatuh ke air," imbuh AKP Willly.(mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top