• Berita Terkini

    Thursday, May 19, 2016

    Koperasi Diharap Dapat Memetakan Masalah

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN(kebumenekspres.com)-Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan manajemen resiko yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kebumen. Pelatihan yang bertujuan untuk memetakan berbagai permasalahan tersebut, bertempat di Aula Dinas Koperasi dan UMKM, Senin-Rabu (16-18/5/2016).

    Usai pelatihan manajeman resiko, pada hari ini Kamis (18/5) Dinas Koperasi dan UMKM Kebumen juga melakukan pelatihan komputerisasi akuntansi yang diikuti oleh 25 peserta. Para peserta pelatihan berasal dari koperasi yang berada di wilayah Kebumen.

    Ketua Panitia pelaksana Agung Supri Handoko yang tidak lain adalah Kabid Koperasi pada Dinas Koperasi dan UMKM Kebumen dalam sambutannya mengatakan, pelatihan tersebut mengundang narasumber dari Dinas Koperasi dan UMKM Kebumen, LPK Bina Jaya Semarang, Dekopinodo Kebumen dan fasilitator komputerisasi akuntansi.

    Setelah mengikuti pelatihan tersebut, para pengurus koperasi diharapkan mampu untuk memetakan masalah yang ada dengan cara menempatkan berbagai pendekatan menajeman koperasi secara komprehensif dan sistemastis. Pelatihan juga untuk mengantisipasi kemungkinan resiko yang akan terjadi. “Ini juga untuk meningkatkan kemampuan, ketrampilan sistem akuntansi koperasi berbasis IT bagi pengelola koperasi, serta menerapkan pengelolaan koperasi yang akuntabel, profesional sesusi dengan jatidiri dan prinsip koperasi,” paparnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kebumen H Suwedi mengatakan, tugas Dinas Koperasi dan UMKM dalam membangun dan mengembangkan koperasi serta para pelaku koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat. Itu dengan mewujudkan koperasi dan pelaku UMKM yang profesional dengan menerapkan prinsip transparan, dan akuntabilitas. Sehingga bisa dipercaya diakui dan diterima oleh masyarakat. “Sebagai badan usaha, koperasi berkepentingan menghasilkan laba untuk kesejahteraan anggota,” katanya.

    Menurutnya, Koperasi harus memiliki perencanaan karena itu merupakan kunci sukses para pengurus dalam menjalankan usahanya. Untuk menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi Asian (MEA), koperasi diharapkan mampu mempunyai terobosan untuk peningkatan, baik itu kualitas kelembagaan, usaha, maupun permodalan. “Tidak kalah pentingnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM),” terangnya.

    H Suwedi berharap, koperasi yang merupakan soko guru perekonomian bangsa akan benar-benar mampu untuk mensejahterakan para anggotanya. Dan jika dikelola dengan baik maka apa yang menjadi cita-cita koperasi dapat tercapai. “Koperasi dapat menjadi kekuatan perekonomian rakyat ditengah-tengah sengitnya persaingan pada pasar bebas Asian maupun pasar bebas dunia yang akan dimulai tahun 20120 mendatang,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top