• Berita Terkini

    Sunday, May 1, 2016

    Dua Kecamatan Diterjang Longsor, Jalan Peniron-Watulawang Terancam Putus

    BPBDFOR EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Hujan deras yang mengguyur Kebumen dalam beberapa hari terakhir kembali memicu longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen melaporkan longsor terjadi di dua titik, masing-masing Kecamatan Karangsambung dan Pejagoan, pada Sabtu (30/4/2016) sore akhir pekan lalu.

    Longsoran tebing di Dukuh Selorondo, Desa Langse Kecamatan Karangsambung membuat jalan penghubung Kebumen-Karangsambung sempat lumpuh selama kurang lebih tiga jam. Itu setelah material longsor berupa batu-batu menimpa badan jalan.

    Butuh usaha keras dari petugas BPBD Kebumen, Koramil, Polres dan warga untuk menyingkirkan material longsor berupa batu-batu berukuran besar tersebut. Material longsor baru bisa benar-benar bisa disingkirkan pada Minggu pagi. "Longsor terjadi pada sabtu pukul 17.00 WIB dan berhasil dibersihkan tiga jam kemudian sekitar pukul 20.00 WIB. Kerja bakti dilanjutkan pada Minggu pagi dan hari ini (kemarin) material longsor sudah dibersihkan," kata Kasie Kedaruratan pada Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Arif Rahmadi SSos, Minggu (1/5/2016).

    Longsor juga terjadi di jalur Desa Peniron-Watulawang Kecamatan Pejagoan. Diguyur hujan deras, Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB, tebing sungai yang berada di bawah jalan tersebut longsor. Akibat longsornya tebing berukuran panjang 20 meter lebar 2 dan tinggi 6 meter, jalur tersebut terancam putus. "Kami  akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terakit. Sebab, bila tidak segera ditangani, jalur terancam putus apalagi bila terjadi hujan deras," kata Arif.

    Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir memang membuat wilayah kecamatan yang berada di wilayah Utara Kebumen seringkali terjadi longsor. Sebelumnya, sekitar 150 KK di Desa Kedunggong Kecamatan Sadang sempat terisolir saat sebuah batu berukuran sebesar rumah menimpa jalan di wilayah tersebut. Beruntung, menurut Arif, saat ini batu itu sudah berhasil disingkirkan oleh warga yang bekerja bakti menghancurkan batu dengan cara manual. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top