• Berita Terkini

    Tuesday, May 31, 2016

    Bisnis Kurir Online di Solo Siap Sambut Ramadan

    radarsolo
    SOLO – Sebelum Go-Jek, bisnis yang hampir mirip lebih dulu bercokol di Kota Bengawan. Adalah Solo Kurir dan Oljek. Di tangan anak-anak muda, usaha berbasis online cukup moncer.

    Pasang surut adalah hal biasa. Tapi bisa tetap survive, itu yang luar biasa. Karena itu owner Solo Kurir Soekma Agus Sulistyo, 30, menerapkan syarat unik bagi calon karyawannya. Yakni harus Gokil.

    Ternyata Gokil merupakan singkatan dari gentlemen, organize, kedisiplinan, dan loyalitas. Selain itu, keramahan dan kecepatan waktu ikut diutamakan. "Inikan jasa antar makanan. Jadi ya harus cepat," terangnya kemarin (31/5).

    Diterangkan Agus, Solo Kurir bergerak di bidang food and beverage service serta delivery service. Untuk food and beverage service pelanggan bisa memesan makanan dan minuman yang dimasak oleh koki Solo Kurir. Sedangkan delivery service, khusus mengantarkan pesanan paket ke pelanggan.

    “Kami menyediakan menu Indonesian food, fast food, snack, dan berbagai minuman. Bisa juga pesan makanan di tempat lain lalu kita yang mengantar,” terang Soekma.
    Untuk pembayaran jasa Solo Kurir dilakukan sesudah barang diterima pemesan. Tarifnya adalah Rp 1 per meter plus harga makanan atau minimuman yang dipesan.
    Layanan tersebut dapat diakses 24 jam dengan wilayah operasi di dalam kota Solo. Adapun pelanggannya paling banyak mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

    Cikal bakal usaha ini terinspirasi banyaknya permintaan layanan antar. “Awalnya kami hanya sebagai penyedia makanan. Berdiri sejak 2103, sempat vakum. Baru 2015 dihidupkan kembali," tutur Soekma.

    Kali pertama merintis bisnis, Soekma hanya memiliki tiga orang kurir. Namun setelah berkembang, bertambah menjadi 20 kurir. Kerja mereka dibedakan menjadi tiga sif. Yakni full time (8 jam kerja), part time (4 jam kerja), dan part order (freelance).

    “Prospeknya sangat bagus. Rata-rata pesanan yang masuk sekitar 30-60 per hari. Keuntungan per bulan Rp 3 juta. Kalau omzetnya per bulan bisa sampai Rp 12 juta,” ungkap dia.
    “Mendekati puasa, kami menambah armada, yaitu tim (kurir, Red), dan lokasi layananan antar. Termasuk menyediakan menu sahur dan buka puasa. Banyak masyarakat yang masih malas keluar rumah untuk membeli menu sahur. Ini prospek yang baguskan,” urainya.

    Bukan hanya jasa pesan antar makanan dan barang, Solo Kurir, lanjut Soekma juga menyediakan layanan ojek khusus untuk dalam Kota Solo.

    Sementara itu, penyedia layanan serupa Oljek, memilih fokus melayani jasa antar makanan dan barang. Itu diungkapkan sekretaris Oljek Solo Tiva Permata, 23.
    Oljek berdiri pada November 2015. Awalnya semua order pengiriman barang dilayani sendiri oleh si pemilik Oljek. Seiring meningkatnya pesanan, si pemilik kewalahan. Dia kemudian mempekerjakan sejumlah karyawan yang sekarang sudah mencapai sekitar 30 orang.

    “Kami melayani food delivery, barang, dan kerja sama. Maksudnya kerja sama itu dengan menampilkan produk untuk ditampilkan pada akun resmi kami,” ujar dia.
    Sistem pembayaran sama dengan Solo Kurir yakni baru dibayar setelah pesanan barang diterima. Bedanyanya, jangkauan wilayah layanan lebih luas. Yaitu seluruh Eks Karisidenan Surakarta. “Dulu sempat ada yang minta dikirim dari Jogja, ya tetap kita antar,” paparnya.

    Respons masyarakat terhadap Oljek cukup tinggi. Dalam sehari, mulai dari pukul 08.00 hingga 23.00, ada sekitar 160 pesanan pengiriman. “Kalau dihitung, omzet per hari sekitar Rp 3 juta. Kami juga memberikan voucher free delivery pada masyarakat guna menjaring pelaggan baru,” terangnya.

    Ditambahkan Tiva, Oljek juga melayani layanan belanja. “Biasanya awal bulan ibu-ibu malas belanja kebutuhan sehari-hari. Kami melihat peluang tersebut. Yang ingin belanja tinggal memberikan saja daftar belanjaan,” urai dia.

    Apakah optimistis usaha berbasis onlie tetap diminati masyarakat? Soekma dan Tiva sepakat mengatakan sangat menjanjikan. Sebab di era modern semua orang membutuhkan sesuatu yang praktis dan cepat. (ves/wa)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top