• Berita Terkini

    Saturday, May 28, 2016

    Belum Banyak Penderes di Kebumen Produksi Gula Semut

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Peminat penderes di Kabupaten Kebumen agar memproduksi gula semut masih sangat minim. Padahal peluang pasarnya sangat besar, terlebih permintaan terhadap komoditi ini lebih banyak datang dari mancanegara.

    Bupati Kebumen HM Yahya Fuad, menyebut kebutuhan gula semut di pasar Amerika dalam tiap bulannya membutuhkan sekitar 300 ton. Sementara di pasar Eropa mencapai 500 ton, belum lagi pasar Asia dan pasar nasional. "Peluang pasar tersebut harus kita rebut," kata Yahya Fuad, kepada Kebumen Ekspres, Kamis (19/5/2016).

    Menurutnya, gula semut merupakan salah satu potensi Kebumen yang sangat bagus. Potensi tersebut akan dapat berkembang dengan baik, serta dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat, apabila dikelola dengan baik. Selain juga menerapkan sistem produksi dan pemasaran yang profesional.

    "Dibutuhkan strategi pemasaran dan pengembangan jejaring yang profesional. Selain itu, Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sebuah keniscayaan bahkan sebuah keharusan bagi kita," tegasnya.

    Sayangnya, peluang besar itu tidak diimbangi dengan minat penderes yang mau memproduksi gula semut. Dari data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar), jumlah pengrajin gula semut yang mendapatkan pendampingan sebanyak 487 pengrajin. Jumlah tersebut masih sangat sedikit dibanding dengan jumlah pengrajin gula kelapa secara keseluruhan di Kabupaten Kebumen, yang mencapai lebih dari 10.000 pengrajin.

    "Karena itu, saya meminta kepada SKPD terkait untuk memberikan perhatian yang lebih besar lagi kepada para pengrajin tersebut. Agar potensi yang ada semakin berkembang, dan bahkan bisa menjadi ikon kebanggan dan sumber kesejahteraan daerah," pintanya.

    Yahya Fuad, menambahkan saat ini gula semut di Kebumen sudah ada inovasi baru. Seperti yang dihasilkan oleh perajin Desa Rangkah, Kecamatan Buayan, yang menyajikan aneka rasa. Yakni rasa jahe, temu lawak, kencur, daun sirsak dan lainnya.

    "Saya berharap, tamu-tamu dari luar yang menginap di hotel-hotel Kebumen dapat disuguhi dengan aneka produk minuman khas ini sebagai minuman khas, sekaligus organik dan menyehatkan. Saya rasa hal ini bisa ditindaklanjuti dengan menghubungi hotel-hotel di Kebumen," tandasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top