• Berita Terkini

    Saturday, April 23, 2016

    TKI asal Wonogiri Jatuh dari Lantai Dua

    WIBATSU ARISUDEWO/RASO
    WONOGIRI – Ajal menjemput Sarno, 53, di tanah rantau. Pria asal Dusun Godang, Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, itu tewas seketika setelah jatuh dari langit-langit lantai dua. Lokasi kecelakaan kerja ini di sebuah rumah yang ia garap bersama teman-temannya di Selangor, Malaysia, Jumat sore (22/4).

    Kemarin siang (23/4), jasad bapak dua anak yang bekerja di Negeri Jiran secara mandiri tersebut tiba di Wonogiri. Pihak keluarga pun langsung memakamkan di kampung halamannya di Ngambarsari.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Wonogiri Ristanti sudah memastikan bahwa Sarno merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) resmi (legal). Sarno bekerja di Malaysia secara mandiri. Semua dokumen yang menyertainya resmi. Karena itu, Sarno dipastikan akan mendapatkan asuransi dari perusahaan tempatnya bekerja.

    ”Kami akan melakukan pendampingan sampai hak-hak keluarga Pak Sarno terpenuhi. Termasuk asuransi. Beliau adalah TKI resmi. Tapi berangkat secara mandiri,” katanya, usai mengikuti upcara pemakaman Sarno.

    Di Malaysia, dia ikut bekerja di perusahaan konstruksi milik orang Batuwarno yang 30 tahun lalu merantau ke Malaysia. Sekarang sudah menjadi warga negara Malaysia. ”Karena di Malaysia sukses, yang orang Batuwarno ini kemudian mengajak bekerja tetangga-tetangganya termasuk Pak Sarno,” papar dia.

    Lebih jauh, Ristanti mengisahkan, Sarno bekerja di Malaysia sudah cukup lama. Sembilan tahun lalu, Sarno berangkat ke Malaysia melalui jalur resmi, yakni melalui perusahaan yang menjalin kerja sama dengan Pemkab Wonogiri. Sarno bekerja di bidang pertukangan. Selama itu Sarno beberapa kali pulang ke Ngambarsari.

    Lantas, enam tahun lalu, karena merasa sudah mengetahui seluk-beluk Malaysia, Sarno kembali merantau ke negeri itu. Dia berangkat secara mandiri. Tanpa menggunakan jasa perusahaan penyedia tenaga kerja mana pun. Dia mengajak salah satu anaknya untuk bekerja di Malaysia. Bahkan, saat jatuh itu, Sarno bekerja bersama anaknya.

    ”Kemarin itu dia bekerja satu proyek dengan anaknya. Infonya membangun rumah dua lantai di Selangor. Saat Pak Sarno mengerjakan sesuatu di ketinggian, tiba-tiba vertigonya kambuh. Lalu dia jatuh dan meninggal. Hari ini tadi jenazah beliau sudah dimakamkan di Karangtengah. Putranya yang ikut merantau juga ikut pulang,” tambah Ristanti.

    Sebenarnya, lanjut Ristanti, jenazah Sarno sudah tiba di Jakarta sejak Jumat malam. Tapi, karena harus menunggu pesawat ke Solo, maka jenazah Sarno baru bisa diberangkatkan Sabtu pagi. Disnakertrans yang sudah mendapat informasi sejak sebelumnya sudah menyiapkan ambulans dan membantu kelancaran pemulangan jenazah TKI tersebut ke Karangtengah. (aw/un)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top