• Berita Terkini

    Saturday, April 9, 2016

    Soal Tagline Kebumen, Dewan Minta Digelar Sayembara

    Miftahul Ulum
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Wacana membuat tagline baru yang dilontarkan Bupati HM Yahya Fuad, mendapat dukungan positif dari DPRD Kebumen. Pihak DPRD mendukung penuh gagasan tersebut guna kebutuhan promosi di bidang wisata, seni budaya, pertanian hingga investasi di Kabupaten Kebumen. Sehingga Kebumen dikenal luas di kancah nasional bahkan hingga ke mancanegara.

    Wakil Ketua DPRD Kebumen Miftakhul Ulum, mengatakan tagline baru itu dibutuhkan untuk membangkitkan semangat membangun Kebumen. "Ini upaya dari bupati dalam rangka untuk membangitkan semangat membangun Kebumen dan itu dibutuhkan spirit," kata Miftahul Ulum, kepada Kebumen Ekspres, di Gedung DPRD Kebumen, Kamis (7/4/2016).

    Secara pribadi, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku setuju dengan "Kebumen Pancen Maen" menjadi tagline Kebumen yang baru. Pria yang karib disapa Gus MU itu berpendapat tagline "Kebumen Pancen Maen" sarat makna, selain juga mengandung kearifan lokal. "Saya kira Kebumen Pancen Maen, sudah membumi di Kebumen. Selain itu ini (Kebumen Pancen Maen) juga marketable," tegas Miftah.

    Namun demikian, Miftah tidak menolak usulan tagline lainnya seperti "Kebumen Never End" (Kebumen tak pernah berakhir), yang juga diusulkan sejumlah pihak kepada Bupati HM Yahya Fuad untuk dijadikan tagline baru Kebumen. "Kebumen Never End saya kira juga cukup marketable. Tinggal kita maunya seperti apa," ujarnya.

    Miftah tidak mempermasalahkan apapun yang akan dipilih nantinya, tetapi tagline baru harus dapat berdampak nyata terhadap kemajuan Kabupaten Kebumen. "Tagline ini harus ada tindak lanjutnya, yaitu haris ada motivasi memasukan program-program ke tagline itu. Seperti bagaimana bangga menggunakan produk lokal Kebumen, termasuk didalamnya ada promosi wisata, pertanian dan sebagainya," kata dia.

    Ia berharap dengan adanya tagline baru, akan menjadi virus untuk mengenali Kebumen. Sehingga akan semakin banyak orang yang mengenal Kebumen. "Kita perlu disuksi, secara spesifik saya belum bisa mengatakan mana yang pas. Tapi harapan saya mana yang bisa lebih memotivasi, kalau bisa yang menggelitik. Seperti Jateng Gayeng, akhirannya sama-sama eng. Kebumen Never End dan Kebumen Pancen Maen, menurut saya juga bagus," paparnya.

    Miftah meminta, bupati meminta melibatkan semua elemen untuk menentukan tagline baru ini. Bahkan Miftah mengusulkan sebaiknya, sebelum diambil keputusan digelar sayembara untuk menentukan tagline yang paling cocok untuk Kabupaten Kebumen.   "Kita libatkan semua pihak, saya kira dengan sayembara ada promosi gratis disana. Ini sangat positif karena ada keterlibatan masyarakat yang tidak hanya sekedar membuat kata-kata bagus, tapi juga ada maksud dan filosofi dari tagline yang diusulkan," tandasnya.

    Sebelumnya, Bupati Kebumen HM Yahya Fuad mewacanakan bakal membuat tagline baru untuk Kebumen. Tagline baru tersebut nantinya akan menjadi brand baru yang akan digunakan untuk kebutuhan promosi Kabupaten Kebumen, baik dibidang pariwisata, seni budaya, hingga investasi. Hingga saat ini, sejumlah usulan telah diterima bupati, salah satunya "Kebumen Pancen Maen".

    Bahkan tagline "Kebumen Pancen Maen" telah dijadikan tajuk pada pergelaran duta seni Kabupaten Kebumen di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada Minggu (3/4) lalu.  (ori)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top