• Berita Terkini

    Tuesday, April 19, 2016

    Rencana Alih Fungsi Terminal Gombong Tinggal Wacana



    imam/ekspres
    KEBUMEN (kebumen ekspres.com)- Terminal Gombong yang berada di Jalan Sempor Lama, pernah direncanakan akan dipindah di pasar hewan Purbowangi. Namun rencana alih fungsi tersebut kini tampaknya hanya tinggal wacana. Begitu pula sebaliknya pasar hewan Purbowangi yang diwacanakan akan pindah pun tampaknya tidak dapat direalisasikan.

    Kepala Terminal Kebumen Muhlisin membenarkan hal tersebut. Kendati demikian, pihaknya berharap agar alih fungsi terminal Gombong itu dapat direalisasikan suatu saat nanti. "Kalau terminal Gombong hanya dibiarkan terlalu lama juga tidak baik," tuturnya, Selasa (19/4/2016).

    Kondisi terminal bus Gombong kini juga sudah banyak yang mengalami kerusakan. Beberapa bangunan tampak retak dan terlihat mangkrak, saat saat hanya sedikit bus yang mau parkir di tempat tersebut. Terminal tipe C itu pun tidak memberikan pemasukan untuk kas daerah.

    Terpisah, Kabid Angkutan pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kebumen Adhy Widodo mengemukakan, sebenarnya  untuk alih fungsi terminal Gombong menjadi pasar hewan itu sudah dianggarkan pada 2014. "Dan mestinya pada 2015 terlaksana pembangunannya," kata Adhy.

    Namun anggarannya masih di bawah Rp 10 miliar, sehingga dianggap tidak maksimal. Hingga kemudian rencana tersebut urung dilaksanakan. Dan rencana alih fungsi terminal Gombong itu pun tinggal wacana. "Kami hanya sebatas memberi rekomendasi, sedangkan kajiannya, baik di terminal maupun pasar hewan Purbowangi sudah dilakukan," imbuhnya.

    Sementara itu, untuk rencana pembangunan terminal Karangsambung masih proses ganti rugi tanah. Masalahnya, kata Adhy, sertifikat tanah masih dipegang oleh masing-masing pemilik, sehingga untuk menyatukan dan disertifikatkan oleh Pemkab mengalami kendala. Bahkan ada sertifikat yang masih digunakan untuk jaminan utang oleh pemilik tanah.

    Terminal Karangsambung yang rencananya tipe C itu untuk menghubungkan pantai utara dengan pantai selatan. Pembukaan akses jalan tersebut dinamakan Banjarkebuka, yang memiliki akronim Banjarnegara, Kebumen dan Pekalongan. Dengan adanya jalur Banjerkebuka, maka keramaian pantai selatan diharapkan meningkat.

    Lebih lanjut, rencana pembangunan terminal lainnya berada di Karanggayam. Namun lahan yang diserahkan kepada kabupaten lewat Dishubkominfo itu ternyata terlalu sempit, sehingga kemungkinan hanya untuk terminal kecil yang menampung angkutan pedesaan saja.

    Untuk terminal Prembun, pada 2016 ini menjadi tahun akhir karena akan diambil alih oleh desa setempat.  "Mengenai peruntukannya nanti untuk apa, yang jelas bukan untuk terminal," jelas Adhy sembari mengatakan, kalau mau membangun terminal di Prembun lagi diminta mencari lahan lain. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top