• Berita Terkini

    Sunday, April 17, 2016

    Perlintasan KA Kembali Telan Korban

    istimewa
    Dua Pekan, 4 Tewas Disambar KA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kecelakaan maut akibat tersambar kereta api kembali terjadi. Kali ini naas menimpa Ahmad Syarifudin (25) RT 2 RW Desa Pengempon Kecamatan Sruweng yang tersambar kereta api saat melintasi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang berada di Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan Kebumen, Sabtu (16/4), sekitar pukul 15. 00 WIB.

    Kecelakan tersebut bermula, saat korban berjalan dari arah utara menuju ke Selatan dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Thunder 125 nomor polisi A 6936 BB. Sesampai di lokasi, korban melintasi rel kereta apit. Pada saat yang bersamaan, melaju kencang dari arah Barat Kereta api Sawunggalih Utama dan menyambar bagian depan sepeda motor yang dikendarai korban.

    Akibatnya, korban dan sepeda motornya terpelanting hingga lima meter dari lokasi kejadian. Korban mengalami patah tulang di bagian paha kiri dan kepala lecet-lecet. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong dan meninggal sekitar pukul 17.00 WIB.  “Korban mengalami cidera di kepala, setelah sempat mendapakan perawatan akhirnya meninggal dunia, sekitar pukul 17.00 WIB,” tutur salah satu staff PKU Sruweng Santoso ditemui di RS PKU Sruweng.

    Kapolres Kebumen AKBP Alpen SIK SH MH melalui Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Aditya Mulya Ramdani SIK membenarkan adanya kecelakaan berujung meninggalnya pengendar sepeda motor di perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang berada di Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan Kebumen. "Selain menyebabkan korban meninggal peristiwa kecelakaan tersebut juga mengakibatkan sepeda motor yang dikendarai korban mengalami rusak parah. Sepeda motor kini diamankan oleh unit Laka Lantas Polres Kebumen," kata AKP Aditya Mulya didampingi  Kanit Laka Satlantas Polres Kebumen Iptu Sugeng Riyadi SH.

    Iptu Sugeng Riyadi SH menghimbau kepada pengguna jalan untuk lebih berhati-hati. Pengendara juga dihimbau berhenti sejenak saat melewati perlintasan kereta api. “Behenti sejenak dan tengok kanan kiri, setelah memastikan aman, baru melintas,” katanya.

    Adanya kasus kecelakaan tersebut, telah menambah daftar panjang kasus kecelakaan akibat maut tersambar kereta api. Dalam dua minggu terakhir di Bulan April ini saja, tercatat 4 orang tewas akibat mengalami kecelakaan yang melibatkan kereta api.

    Selain Ahmad Syarifudin yang menjadi korban terakhir, pada 12 April kemarin, Sukartono (45) warga Tanah tinggi sawah no.12 B Jakarta juga tewas akibat tersambar kereta api barang dengan nomor KA 2748 / Barang CC: 2061343 di rel kereta api Desa Argopeni Kecamatan Kebumen.

    Empat hari sebelumnya, persisnya pada 8 April,  Sahid (40) Seorang tukang pijat warga RT 2 RW 7 Dukuh Legok Desa/Kecamatan Pejagoan, juga tewas akibat tersambar kereta api Gajah Wong, tepat di sebelah berat jembatan Renville.

    Selanjutnya pada 2 April, M Zaki Murtadlo (18) warga Desa Bejiruyung Kecamatan Sempor, juga meninggal dunia akibat tersambar kereta api.

    Belum lagi pada Bulan Maret. Marsikin (65) pengendara sepeda motor Honda Supra X warna hitam Nomor Polisi AA 5090 BW, juga tewas tertabrak kereta  api Progo jurusan Lempuyangan-Pasar Senen di perlintasan pintu kereta api nomor 559, RT 3 RW 3 Desa Kedawung Kecamatan  Pejagoan, tepatnya sebelah timur Stasiun Sokka pada 8 Maret. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top