• Berita Terkini

    Saturday, April 16, 2016

    Penderes Bakal Diasuransikan

    SUDARNO AHMAD/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Tingginya resiko penderes saat menjalankan pekerjaannya, mendorong para penderes mulai memikirkan asuransi guna memberikan jaminan tersedianya pembiayaan akibat kecelakaan kerja.

    Saat melakukan dialog dengan Bupati Kebumen HM Yahya Fuad di Desa Rangkah, Kecamatan Buayan dalam acara pembukaan pelatihan pemasaran online bagi UMKM, para penderes meminta bupati memberikan subsidi asuransi bagi para penderes.

    Salah satu penderes asal Desa Karangbolong Sobirin, mengatakan pekerjaan sebagai penderes memiliki risiko tinggi. Selama ini, kata Sobirin, para penderes belum memiliki asuransi maupun terdaftar dalam BPJS.  "Mohon pemerintah memberikan subsidi asuransi bagi kami," ucap Sobirin, mewakili para penderes di Kecamatan Buayan.

    Menurutnya, ada sekitar seribu penderes di wilayah Kecamatan Buayan, yang belum ikut program BPJS maupun belum mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Menanggapi permintaan tersebut, Bupati HM Yahya Fuad, langsung menyanggupi. Namun, Yahya Fuad meminta para penderes bersikap jujur dengan kondisi perekonomian masing-masing penderes. Bupati tidak yakin semua penderes hidup dalam kemsikinan.

    Bupati berjanji akan membantu agar para penderes yang merasa miskin terdaftar di BPJS. "Kita akan subisidi BPJS-nya. Tapi saya harap ada kejujuran, yang merasa miskin silahkan mendatar. Sementara yang mampu saya harap bisa ikut secara mandiri," tegas Yahya Fuad, dihadapan ratusan perajin kelapa dari sejumlah desa di Kecamatan Buayan.
    Pada kesempatan itu, Yahya Fuad juga meminta pemerintah desa berbagi beban dengan Pemkab Kebumen untuk membayar premi asuransi bagi para penderes. "Saya harap pemerintah desa juga mau fifty-fifty dengan Pemkab, untuk menanggung biaya preminya," pinta bupati.

    Untuk diketahui, pada 2015 lalu sebenarnya Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen pernah mewacanakan pemberian subsidi asuransi bagi para penderes di Kabupaten Kebumen. Namun, sampai sekarang belum semua penderes dilindungi asuransi, terutama di Kecamatan Buayan.

    Waktu itu, Kabid Perindustrian Bambang Sunaryo, mengatakan pekerjaan menderes nira termasuk tulang punggung industri gula kelapa yang digalakkan untuk pangsa pasar ekspor. "Salah satu perhatian yang pantas bagi mereka adalah asuransi sebagai jaminan moral dan material atas resiko pekerjaan mereka," kata Sunaryo.

    Sunaryo mengungkapkan, latar belakang keinginan mengansuransikan penderes adalah besarnya jumlah penderes di Kebumen yang mencapai 17 ribu orang. Mereka menopang kebutuhan nira bagi 34 ribu perajin gula kelapa Kebumen yang produksinya mencapai 2 juta ton lebih gula kelapa tiap tahunnya. Kontribusinya yang besar terhadap perekonomian itu ternyata belum seimbang dengan perhatian mereka.

    Padahal musim penghujan kondisi pohon kelapa licin akibat lumut di batangnya. Sehingga harus ekstra hati-hati saat memanjatnya. Disi lain, penderes dituntut rutin bekerja, minimal dua kali dalam sehari. Yaitu saat menyadap nira dan mengambil wadah yang terisi penuh oleh nira.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top