• Berita Terkini

    Wednesday, April 13, 2016

    Pendapatan PKPRI Meningkat 13,5 Persen

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Pendapatan kotor Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Kebupaten Kebumen tahun 2015, meningkat 13,5 persen, bila dibandingkan dengan tahun 2014.Total Pendapatan kotor KPRI tahun 2015 ini, mencapai Rp 3.223.892.146.

    Asset yang dikelola oleh seluruh jajaran KPRI se Kabupaten Kebumen tahun buku 2015 sebesar 383.225.789.209. Dan Asset PKPRI Kebumeb sebesar 16.255.185.221. Sehingga total seluruh asset KPRI Kebumen hampir mencapai 300 milyard, yakni 299.480.974.430. "Sisa hasil usaha (SHU) KPRI mencapai Rp 330.082.304, ini meningkat 2,66 persen dibandingkan dengan tahun 2014," tutur, Ketua KPRI Kebumen Kadar SPd MPd, saat rapat anggota tahunan (RAT) KPRI Kebumen di Gedung PKK, Sabtu (9/4/2016).

    Dalam kesempatan itu pihaknya menjelaskan, equitas/modal PKPRI sendiri mencapai Rp 7.334.692.750 atau terjadi kenaikan 11,95 persen bila dibandingkan dengan tahun 2014. Pendapatan usaha simpan pinjam (USP) dan pendapatan lain-lain mencapai Rp 1.680.195.000. Pendapatan kotor hotel mencapai Rp 710.890.000. Selain itu usaha kavling tanah di Sruweng pendapatan dua tahun terakhir juga mencapai Rp 831.269.919. "Diperkirakan jika seluruh kavling terjual maka keuntunggannya mencapai Rp 1,1 Milyard," paparnya.

    Lebih lanjut, Kadar menyampaikan sejak Bulan Juli 2015 lalu, PKPRI juga telah membuka usaha toko serba ada (toserba), yang omsetnya mencapai Rp 447.502.314. Mulai Januari 2016 margin rata-rata tiap bulannya mencapai Rp 8,5 juta dengan keuntunngan setiap bulannya sekitar Rp 4 juta. "Kami juga membuka kavling baru di Muktisari sekitar 143 ubin. Pada Bulan Maret 2016 ini, nilai perolehannya mencapai 1, milyard, dengan memperoleh keuntungan seluruhnya sekitar Rp 217.900 juta," katanya.

    Masih menurut Kadar, selama ini PKPRI, selalu berusaha miningkatkan permodalan, dengan cara bekerjasama dengan GPKPRRI Provinsi Jawa Tengah, BKE Cabang Semarang maupun BNI 46 Kebumen. Kerjasama ini untuk membantu sebagian kesulitan primer KPRI dalam mewujudkan penguatan permodalan. Sehingga mampu memberi pelayanan optimal dan kesejahteraan kepada para anggota.

    Kadar menambahkan di era Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) ini, koperasi harus dapat secara profesional meningkatkan sumber daya manusia (SDM) para pengurus dan pengelolanya. Menurutnya saat ini pelaku ekonomi lain telah secara gencar turun untuk menawarkan produk usaha perkreditannya dengan cara menyederhanakan persyaratan dan menurunkan suku bunga. Selain itu, mereka juga memberi plapon pinjaman besar dan waktu angsuran yang panjang.

    "Dengan demikian maka anggota kita dapat tergiur untuk berpaling terhadap lembagaan keuangan dan usaha lainnya.Maka dari itu, kita juga harus kreati, inovatif dan mampu memberi pelayanan yang baik," ucap Kadar, pada RAT yang juga dihadiri oleh Ketua Dekopin Kabupaten Kebumen Hj Alfiah Anggaraini dan Direktur BKE cabang Semarang serta ketua PKPRI se Eks Karesidenan Kedu. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top