• Berita Terkini

    Wednesday, April 27, 2016

    Museum Purbakala Sangiran Terima Fosil Gading Gajah Purba Berusia 7 Ribu Tahun

    AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN
    KALIJAMBE – Museum Purbakala Sangiran, Kalijambe kembali menerima temuan berupa fosil gading gajah purba. Kali ini fosil tersebut didapat dari warga Desa Banjarejo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Purwodadi. Gajah purba tersebut diperkirakan berumur  700 ribu tahun silam.

    Saat ini fosil tersebut masih berupa potongan-potongan tulang. Petugas masih membersihkan di ruang laboratorium, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi fosil.

    Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi mengatakan, fosil yang ditemukan warga saat ini sedang dibersihkan di laboratorium.  Usai dibersihkan dan disambung, fosil temuan tersebut akan dikembalikan ke warga Grobogan. ”Fosil ini dikirim ke Sangiran pada awal April lalu. Langsung dimasukkan ke laboratorium untuk dibersihkan. Kalau bisa disambung biar kembali terlihat utuh,” katanya kemarin.

    Jika disambung panjang fosil gajah ini diperkirakan mencapai empat meter. Namun ada beberapa bagian gading yang hilang atau belum ditemukan dalam penggalian. Saat ini gading tersebut belum bisa disambung secara utuh. ”Ada beberapa bagian ujung yang belum bisa tersambung. Ada bagian tengah dan belakang yang juga belum bisa disambung,” ujar dia.

    Fosil gading yang ditemukan warga Grobogan saat ini sedikit lebih kecil dengan temuan sebelumnya di Sangiran. Panjang gading temuan terakhir di Sangiran empat meter lebih. Saat ini fosil tersebut dipamerkan di ruang pamer 1.

    Meski demikian, pihaknya mengapresiasi partisipasi warga dalam hal penemuan fosil. Mereka selalu menyerahkan pada pihak BPSMP. Angka parisipasi pun cukup menakjubkan. Selama 2015 lalu, 858 laporan penemuan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar.

    Warga sekitar sudah cukup paham terkait soal penemuan fosil. Petugas yang melakukan evakuasi. Sebab, jika warga yang melakukan dikhawatirkan informasi yang diperlukan bisa hilang dan fosil bisa rusak.

    Ada tiga penghargaan yang diberikan bagi warga yang terlibat dalam penemuan fosil. Di antaranya piagam penghargaan, disediakan nama penemu sebagai apresiasi, dan imbalan temuan. ”Kami upayakan percepat dalam pemberian apresiasi,” tandasnya. (din/un)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top