• Berita Terkini

    Wednesday, April 20, 2016

    Muncul Gejolak, Pusat Ikut Atur Radya Pustaka

    DAMIANUS BRAM/RASO
    Akan Ditunjuk Kepala Museum
    SOLO – Seperti biasa, setelah muncul gejolak, baru direspons. Begitu pula di Museum Radya Pustaka. Pusat menyatakan akan membantu menata Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengelolaan museum tertua di Indonesia itu.


    ”Kalau revitalisasi bangunannya sudah kita berikan pada 2013 lalu sebesar Rp 3 miliar. Sekarang kita bantu dengan melakukan revitalisasi manajerialnya,” ujar Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hari Widyanto saat berkunjung ke Museum Radya Pustaka, Rabu (20/4).

    Seperti apa pengelolaan museum nantinya? Hari mengatakan akan ditunjuk kepala museum, petugas teknis, dan kuratornya. Dengan struktur tersebut, pengelolaan Radya Pustaka lebih profesional.

    Terkait rencana pemkot membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum, Hari menyatakan tidak akan ikut campur. ”Pemerintah pusat akan memberikan bantuan terkait manajemennya. Dibentuknya Komite Museum Radya Pustaka (KMRP) juga merupakan kebijakan pemerintah kota,” beber dia.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta Eny Tyasni Suzana menuturkan, personel dalam UPTD Museum tidak hanya dari PNS pemkot, tapi juga melibatkan tenaga ahli. Tidak menutup kemungkinan tetap melibatkan KMRP.

    ”Komite tetap akan dilibatkan. Sebab kita butuh tenaga ahli untuk perawatan museum. Pengelola museum tetap diseleksi dulu,” ungkap Eny.

    Apakah ada Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru untuk UPTD Museum? Enny menegaskan tidak perlu. Sebab disbudpar telah memiliki UPTD. ”Rumahnya UPTD kan sudah ada. Kita tinggal menambahkan saja,” tutur dia.

    Sekretaris KMRP Sanyoto menambahkan, kemarin (20/4), dana bantuan operasional dari pemkot sudah dicairkan. Tahap pertama pencairan sebesar 40 persen dari total bantuan Rp 300 juta.

    Anggaran tersebut untuk menutup biaya operasional Museum Radya Pustaka dari Januari hingga Mei, serta membayar gaji karyawan.

    Bagaimana dengan karyawan yang sempat mogok kerja? Sanyoto membantah mereka mogok kerja. ”Bukan mogok. Tapi memang karyawan tidak masuk karena ada keperluan masing-masing. Pada hari itu hanya tiga karyawan saja yang bisa masuk. Tidak mungkin jika museum buka hanya dengan tiga karyawan,” pungkasnya. (vit/wa)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top