• Berita Terkini

    Saturday, April 30, 2016

    Minimalisir Pencemaran Lingkungan, Warga Diajak Kelola Sampah

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kebumen terus mengkampanyekan kebersihan dan kesehatan. Salah satunya dengan menggelar Sosialisasi Desa Organik seperti yang dilaksanakan di Desa Kembaran dan Kelurahan/Kecamatan Kebumen Rabu-Kamis (27-28/4/2016). Sosialisasi dilaksanakan sebagai  upaya meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah.

    Sampah menjadi penyumbang terbesar dalam masalah pencemaran lingkungan. Untuk meminimalisir pencemaran tersebut, pengelolaan sampah sebaiknya dimulai dari keluarga atau rumah tangga. Caranya sampah organik diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah non organik didaur ulang atau dibuat kerajinan.

    Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada KLH Kebumen  Alfia Diananita Zulfa ST MT MSc melalui salah satu staff KLH Joko Haryadi DN mengatakan, sosialisasi dilaksanakan dengan mengundang tiga narasumber yakni, Ir Purnomo Singgih, petani berprestasi warga Desa Panjatan Kecamatan Karanganyar, Heri Rustanto dari Pemalang dan Kristina Marahastuti dari Kantor Ketahanan Pangan Kebumen.

    “Untuk sosialisasi di Desa Kembaran diikuti oleh warga Desa Kembaran dan Kelurahan Panjer. Sedangkan sosialisasi di Kelurahan Kabumen, ikuti warga setempat dan masyarakat Kelurahan Tamanwinangun. Sosialisasi bertempat di Balai Desa Kembaran dan Balai Kelurahan Kebumen. Sosialisasi dibuka oleh Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kebumen Ir H Masagus Herunoto MSi,” tuturnya.

    Dalam sosialisasi tersebut Kristina Marahastuti menyampaikan materi pemanfaatan pekarangan untuk peningkatan kebutuhan pangan keluarga. Heri Rustanto menyampaikan materi inovasi pertanian organik di lahan terbatas dan Ir Purnomo Singgih membawakan materi pemanfaatan sumbar daya lokal untuk pembuatan pupuk dan pestisida.

     Heri Rustanto menyampaikan, tentang berbagai cara penanaman di ladang sempit meliputi padi peortable, yakni menanam padi menggunakan ember atau polibag, hingga pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga. Pembuatan pupuk dilakukan dengan cara mengkompos sampah menggunakan stater EM4 atau bahan lainnya. EM4 merupakan kumpulan mikro organisme bakteri yang untuk mempercepat proses fermentasi. “Pupuk hasil fermentasi siap digunakan untuk berbagai jenis tanaman, pupuk tidak berbau busuk melainkan berbau seperti tape,” terangnya.

    Sementara itu,  Ir Purnomo Singgih menyampaikan hasil  pertanian organik lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi. Dengan menggunakan pestisida berbahan alami, seperti bawang putih, tembakau, jahe dan lain sebagainya, selain ampuh mengendalikan hama, juga tidak berdampak menimbulkan pencemaran lingkungan. “Alam telah memberikan semua kebutuhan kita, termasuk pembuatan pupuk dan pestisida alami. Sayangilah bumi dengan mengurangi pencemaran dan  menjaga pelestarian,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top