• Berita Terkini

    Tuesday, April 26, 2016

    Mengalahkan Diabetes Melitus

    Eka Prasasti Nur Rachmani, M.Sc., Apt
    Hari Kesehatan Sedunia yang diperingati tanggal 7 April 2016 yang lalu oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema Beat Diabetes. Tema Mengalahkan Diabetes diusung untuk meningkatkan pencegahan, pengobatan dan melawan diabetes. Perwakilan WHO South-East Asia Regional Office (WHO SEARO), Sharad Adikary, mengatakan saat ini, diabetes mellitus merupakan penyakit kronis dengan beban tinggi.

    Diabetes bahkan disebut sebagai epidemi global yang menghantam negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Menurut Sharad Adikary  "Dari 3,7 juta kematian akibat diabetes di seluruh dunia, lebih dari satu perempatnya terjadi di Asia Tenggara. Selain itu, hampir separuh dari 96 juta penyandang diabetes di seluruh dunia tak mengeathui bahwa mereka terkena diabetes. Kampanye Beat Diabetes memiliki tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan kewaspadaan publik terkait bahaya dan peningkatan kasus diabetes. Terutama masyarakat yang berasal dari negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana beban yang ditanggung lebih besar daripada negara berpenghasilan tinggi. Kedua, peningkatan akses penanganan diabetes secara spesifik, efektif dan terjangkau. Negara-negara rekan WHO diharapkan mampu memperbanyak upaya untuk pencegahan, diagnosis dini, serta penanganan pasien-pasien diabetes. Ketiga, menyadarkan masyakat bahwa beban ekonomi, sosial dan kesehatan akibat penyakit diabetes sangat besar.

    Memahami Diabetes Melitus (DM)

    Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit  metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dari waktu ke waktu dan dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf.  Penyakit DM sering disebut juga dengan penyakit gula darah atau kencing manis. Disebut kencing manis karena memang bila penderita diabetes kencing disembarang tempat, maka tempat tersebut akan dikerubuti semut layaknya gula yang manis.

    DM adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakmampuan atau menurunnya fungsi organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin untuk menguraikan glukosa dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena jumlah insulin yang diproduksi pankreas berkurang atau insulin terdapat dalam jumlah yang cukup tetapi tidak mampu menurunkan kadar glukosa darah. Penyebab diabetes melitus yang utama adalah gaya hidup dan pola makan yang salah. Yaitu gaya hidup dan pola makan yang banyak namun tidak seimbang, sedikit aktifitas, jarang berolahraga dan lain-lain.

    DM terbagi menjadi dua jenis, yaitu DM tipe 1 atau (insulin dependent diabetes) dan DM tipe 2 (non-insulin dependent diabetes). Penderita DM tipe 1 hanya sekitar 5%, sedangkan penderita DM tipe 2 mencapai 95%. Penderita DM tipe 1 yaitu penderita bergantung pada insulin. Pankreas tidak mampu memproduksi insulin dan karenanya suntikan insulin secara teratur dibutuhkan untuk memelihara gula darah yang normal. DM tipe 2 penderita tidak bergantung pada insulin. Organ pankreas penderita memproduksi sejumlah insulin, tetapi itu tidak mencukupi jumlahnya atau memproduksi insulin tetapi insulin tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya atau tidak mampu menurunkan glukosa darah.

    Diabetes paling umum adalah diabetes tipe 2, biasanya pada orang dewasa, yang terjadi ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau tidak membuat cukup insulin. Dalam tiga dekade terakhir prevalensi diabetes tipe 2 meningkat secara dramatis di negara-negara, dari semua tingkat pendapatan.  Bagi orang-orang yang hidup dengan diabetes, akses ke pengobatan yang terjangkau sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka.

    Pencegahan Diabetes Mellitus (DM)

    Saat ini kasus kematian yang meningkat hingga 25% setiap bulannya yang dikarenakan oleh penyakit DM. Selain itu penyakit DM bisa dikategorikan penyakit kronis sama halnya seperti penyakit jantung, kanker dan peyakit yang berat lainnya. Oleh karena itu sangat dibutuhkan tahap pencegahan. Terdapat beberapa cara pencegahan penyakit DM. Pertama, Pencegahan Primer. Pencegahan penyakit DM secara primer ini dilakukan dengan tujuan untuk tahap awal pencegahan terjadinya diabetes. Salah satunya selalu memperhatikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit diabetes baik secara genetik ataupun karena faktor lingkungan. Adapun cara  pencegahan primer diantaranya  selalu menjaga pola makan sehari-hari, selalu melakukan olahraga secara teratur, tidur yang cukup,dan menghindari obat-obatan yang dapat menimbulkan penyakit DM. Kedua, Pencegahan Sekunder. Cara pencegahan sekunder ini bertujuan untuk menghambat persebaran penyakit DM yang sudah ada dalam tubuh  mengkomplikasi penyakit yang lain. Dengan pencegahan sekunder ini banyak sekali hal yang harus dilakukan salah satunya melakukan pendeteksi dini pada penderita DM. Ketiga, Pencegahan tersier. Jika sudah dalam tahap ini maka bisa dibilang penyakit DM tersebut telah parah dan telanjur mengkomplikasi penyakit yang lainnya, maka dari itu Anda harus melakukan pencegahan tersier diantaranya sebagai berikut: mencegah dari resiko terkana gagal ginjal kronik yang menyerang pembulu darah, Mencegah terjadinya luka apapun yang dapat memperparah keadaan fisik, karena jika sesorang yang memiliki penyakit diabetes jika memiliki luka cenderung sangat sulit untuk disembuhkan, Mencegah resiko terkena peyakit stroke.

    Pengobatan Terhadap Diabetes Mellitus (DM)

    Tujuan utama pengobatan DM adalah untuk menormalkan dan mempertahankan kadar gula darah di dalam tubuh. Tetapi, kadar gula darah yang normal memang agak sulit untuk dipertahankan oleh penderita DM. Walaupun demikian, jika kadar glukosa darah semakin mendekati angka yang normal, kemungkinan terjadinya komplikasi sementara atau jangka panjang dapat berkurang secara signifikan. Oleh karena itu, penderita DM perlu memantau kadar glukosa darahnya secara teratur agar dapat mengurangi resiko melonjaknya kadar glukosa darah. Pemantauan ini dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan laboratorium terdekat. Saat ini DM dan pengobatannya meliputi olah raga, pengendalian berat badan, dan juga diet. Seseorang yang berat badannya berlebih dan menderita DM tipe 2 perlu berolah raga secara teratur dan menurunkan berat badan mereka.

    Diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan hormon insulin yang paling umum diberikan melalui suntikan.  Pengobatan tipe 2 dapat dilakukan secara oral. Biasanya golongan sulfonilurea dapat menurunkan gula darah dengan baik pada penderita penyakit diabetes tipe 2 namun tidak efektif untuk diabetes tipe 1 seperti gliburid, glipizid. Klorpropamid, dan tolbutamid. Obat ini dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan cara merangsang kelenjar pankeras untuk memproduksi insulin. Diabetes dan pengobatannya merupakan hal yang paling banyak dicari oleh penderita diabetes untuk mendapatkan pengobatan diabetes yang benar-benar efektif dan aman. Selain obat-obat diatas, obat lainnya adalah metformin. Obat ini tidak mempengaruhi produksi insulin karena obat ini hanya bekerja untuk meningkatkan respon tubuh terhadap hormon insulinnya sendiri. Sementara itu akarbose bekerja untuk menunda penyerapan glukosa dalam usus. Biasanya, penderita diabetes  tipe 2 akan diberi obat hipoglikemik per oral jika diet dan olar daga tidak dapat menstabilkan gula darah.


    Oleh: Eka Prasasti Nur Rachmani, M.Sc., Apt (Cand. Doktor)
    Penulis adalah Dosen Farmasi di Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UNSOED.
    Mahasiswa Program Doktor di Fakultas Farmasi UGM
    ekasholehah@yahoo.com



    Berita Terbaru :


    Scroll to Top