• Berita Terkini

    Thursday, April 21, 2016

    Hutan Mangrove Ayah Jadi Lokasi Favorit Prewedding

    sudarno ahmad/ekpsres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Asrinya hutan mangrove di barat obyek wisata Pantai Logending, Kecamatan Ayah, menjadi tempat favorit baru bagi pasangan calon pengantin. Sejak dibuka untuk umum pada tahun lalu, lokasi ini sering dijadikan tempat foto pre wedding bagi para pasangan calon pengantin.

    Salah satu pasangan calon pengantin yang melakukan sesi foto pre wedding di kawasan hutan mangrove Ayah adalah pasangan Arif (28) dan Erna (29).

    Pasangan yang merencanakan bakal mengucapkan janji setianya pada 2 Mei 2016 mendatang itu mengaku sangat tertarik melakukan sesi foto di hutan mangrove karena keindahan yang ditawarkan.

    "Selain itu, hutan mangrove di Kebumen juga sangat jarang. Kami memang sangat tertarik dengan tema-tema alam seperti ini," kata Arif, disela-sela melakukan sesi foto pre wedding, kemarin.

    Tak hanya sekedar sesi foto pre wedding, pasangan ini juga memiliki misi untuk mencintai alam. Serta menjaga kelestariannya.

    Sementara, kawasan hutan mangrove yang letaknya tak jauh dari Pantai Logending Kecamatan Ayah, telah menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Kebumen. Pasalnya, ekosistem mangrove menjadi produk wisata yang menarik karena menyajikan fenomena alam yang beragam, mulai dari keanekaragaman jenis mangrove, jenis-jenis fauna yang terdapat dalam ekosistem tersebut seperti burung, mollusca (siput atau keong), ikan, jenis-jenis crustacea (kepiting) dan hewan-hewan lainnya.

    Di kawasan mangrove ini, para pengunjung bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan tentang hutan mangrove dan fungsinya bagi lingkungan dan berbagai pengetahuan lainnya terkait ekosistem mangrove. Wisata ke kawasan ini akan menambah pengetahuan dan pengalaman para pengunjung, karena ekosistem mangrove di muara Sungai Bodo itu masih dalam tahap pertumbuhan.

    Pembina Kelompok Peduli Lingkungan (KPL) Pansela Sukamsi, menjelaskan hutan mangrove yang kini menjadi kawasan wisata edukasi tersebut diakui memiliki banyak manfaat. Selain sebagai penjaga garis pantai, kini lokasi itu telah menjadi kawasan edukasi.

    Bahkan, pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan panorama alam di sana. Mereka pun dapat turut serta menjaga dan melestarikan hutan mangrove. Salah satunya dengan cara menanam bibit pohon mangrove. Sukamsi mengatakan, pihaknya telah menyusun rencana pengembangan hutan mangrove. Termasuk membangun jalur tracking yang nantinya akan menjadi jalan bagi para wisatawan.

    Setidaknya sepanjang 2.500 meter jalur tracking yang akan dibangun memutari kawasan tersebut. Saat ini, pihaknya telah membangun satu rumah panggung yang berada di tengah-tengah tanaman mangrove. Rencananya akan dibangun sepuluh tempat singgah, sedangkan gazebo yang telah dibangun tersebut sebagai bangunan induk kelompok mangrove Kebumen.

    "Nantinya juga akan ada panggung untuk umum, tempat istirahat dan belajar. Selain itu juga akan dilengkapi menara 12 meter, yang sampai 5 lantai," ungkapnya.

    Dijelaskannya, keberadaan hutan mangrove bukan hanya menjadi objek wisata rekreasi namun juga dapat menjadi media edukasi bagi pelajar. Bukan hanya kesuburannya saja, tetapi keanekaragaman jenis mangrove yang ada menjadikannya lebih menarik.

    "Di tempat ini juga ditemukan ikan kakap putih yang dulu punah sejak 40 tahun lalu. Tapi sekarang muncul lagi, bahkan nelayan sudah banyak yang menangkapnya," tandasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top