• Berita Terkini

    Thursday, April 7, 2016

    Diterjang Longsor, Akses Dua Kecamatan Lumpuh

    BPBD FOR EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Hujan disertai angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, kembali menimbulkan bencana. Sebuah tebing longsor di Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang pada Rabu (6/4/2016) mengakibatkan jalan penghubung kecamatan Sadang-Karangsambung lumpuh setelah material longsor menutup badan jalan dan membuat jalur tersebut tak bisa dilewati kendaraan roda empat.

    Beberapa jam sebelumnya, pada Selasa malam (5/4), longsor terjadi di Desa Seboro persisnya di RT 04 RW 04 Kecamatan Sadang. Sebuah rumah tertimpa longsoran hingga bagian tembok roboh serta atap berupa genteng hancur. Beruntung, penghuni rumah Yatinem selamat dari kejadian tersebut. Namun demikian, kerugian ditaksir mencapai Rp 5 juta. Kejadian rumah rusak juga terjadi di Desa Karangjambu Kecamatan Sruweng menyusul hujan deras pada Rabu (6/4).

    Kasie Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Arif Rahmadi SSos mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan bagi warga yang rumahnya tertimpa longsor, baik di Kecamatan Sadang maupun Sruweng.

    Namun, pada sejumlah kasus diakui BPBD kesulitan lantaran terganjal faktor medan. "Seperti longsor di Desa  Kedunggong material longsor belum bisa disingkirkan karena alat berat tak memungkinkan untuk menjangkau lokasi. Yang bisa dilakukan, warga bersama anggota Koramil setempat akan bekerja bakti membersihkan material longsor," ujarnya Kamis sore (7/4).

    Selain tebing longsor di Desa Kedunggong, salah satu yang mendesak segera ditangani adalah peristiwa longsornya sebuah batu menimpa jalan yang terjadi di Desa Sadangwetan Kecamatan Sadang. Sejak terjadi pada Sabtu akhir pekan lalu, batu seukuran rumah itu masih belum berhasil digeser dari lokasi. Akibatnya, 150 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut terisolir akibat jalur tersebut menjadi akses utama warga baik untuk kegiatan ekonomi maupun pertanian.

    Arif Rahmadi mengatakan, penanganan longsor di Sadangwetan memang memerlukan cara khusus. Mengingat alat berat tak memungkinkan, batu besar itu harus diledakkan.  Arif Rahmadi mengatakan, pihak terkait akan segera menggelar rapat pada Jumat hari ini (8/4). "Rapat melibatkan Polres dan Kodim 0709 untuk membahas teknik meledakkan batu di Sadangwetan sekaligus penanganan sejumlah kejadian longsor yang terjadi beberapa hari terakhir," katanya.

    Di sisi lain, Arif menghimbau agar warga mewaspadai bahaya longsor di tengah cuaca ekstrim yang terjadi saat ini. Kendati belum ada laporan jiwa akibat, peristiwa bencana yang terjadi hingga April 2016 telah menimbulkan kerugian material ratusan juta rupiah.

    Salah satu yang harus diwaspadai, kata Arif, datangnya hujan yang tiba-tiba dan tak merata itu seringkali mengakibatkan kejadian bencana. "Kami menghimbau agar warga yang berada di daerah rawan longsor dapat mengungsi sementara bila terjadi hujan lebat disertai angin kencang," imbuhnya.

    Turut harus diwaspadai, adanya petir yang seringkali datang bersamaan hujan angin. Arif menghimbau agar warga dapat berlindung serta menghindari beraktivitas di daerah terbuka. Apalagi, petir sudah menimbulkan beberapa korban jiwa. Seperti di Desa Surorejan Kecamatan Puring, dua tewas akibat tersambar petir baru lalu. Juga kejadian meninggalnya petani di Kecamatan Adimulyo dan Desa Pucangan Kecamatan Ambal selang beberapa hari sesudahnya. "Menurut informasi BMKG (Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika,red) hujan masih akan berlangsung selama April. Bahkan, di bulan-bulan berikutnya masih berpotensi hujan karena tahun ini kemarau yang terjadi adalah kemarau basah," ujarnya. (cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top