• Berita Terkini

    Thursday, April 7, 2016

    Dinsosnakertrans Usut Pekerja Tewas di Proyek Gedung Baru Dewan Solo

    SOLO – Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab kecelakaan kerja di proyek gedung baru dewan yang menewaskan seorang pekerja.

    Kepala Dinsosnakertrans Kota Solo Sumartono Kardjo menyatakan, dalam proyek pembangunan gedung ada SOP yang tak boleh dilanggar. Salah satunya, pekerja harus dilengkapi alat pelindung diri (APD).

    ”APD disesuaikan dengan pekerjaanya. setiap pekerjaan tuntutannya berbeda-beda,” ujarnya kemarin (7/4).

    Penyelidikan yang menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Surakarta tersebut guna mengetahui apakah ada kesalahan yang dilakukan pihak pelaksana proyek atau pekerja.
    ”Memang tidak pakai helm (pekerja yang tewas terjatuh, Red). Hal seperti ini pengawas proyeknya sudah menegur atau belum. Tim bertugas melihat duduk perkaranya. Dari situ dapat diketahui kesalahannya di mana,” urainya.

    Ditekankan Sumartono, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus menjadi prioritas utama bagi pekerja. Namun selama ini banyak pekerja dan pelaksana proyek abai sehingga memicu terjadinya kecelakaan kerja. Yang disayangkan lagi, ketika ada kecelakaan kerja, minim pelaporan. ”Padahal itu (laporan, Red) bisa membantu pekerja dari sisi asuransi dan penanganan kesehatannya,” tutur dia.

    Terpisah, Direktur PT Surya Cipta Sarana (SCS) Diawan mengaku sedang berada di Surabaya dan enggan diwawancara via telepon untuk menanggapi tudingan Pt-nya dituding lalai.“Kita ketemu dulu saja biar nanti lebih jelas,” ucapnya. Diawan menjanjikan memberikan keterangan kepada media Senin (11/4). Dia meminta maaf tidak dapat memberikan statement dengan cepat.

    Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surakarta Djaswadi menilai Diawan merupakan sebagai kontraktor papan atas di Jawa Tengah. “Itu sudah sejak bapaknya (Diawan, Red),” ungkapnya.

    Politikus Partai Golkar tersebut yakin PT SCS akan bertanggungjawab. “Perusahaannya juga disiplin. Tukang (pekerja proyek, Red) diabsen per hari,” imbuh Djaswadi.
    Anggota Komisi II DPRD Solo Ginda Ferachtriawan menambahkan Diawan dikenal karena perusahaannya dikelola turun temurun dari keluarga besar. Dengan tidak mengesampingkan hasil pemeriksaan pihak kepolisian, Ginda yakin PT SCS memiliki komitmen bertanggungjawab menyelesaikan kasus kecelakaan kerja di proyek gedung dewan. (vit/irw/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top