• Berita Terkini

    Thursday, April 21, 2016

    Ada 55 Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu, 10 Titik Diantaranya Rawan Kecelakaan

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Sebanyak 55 perlintasan Kereta Api (KA) di kabupaten berslogan Beriman ini tanpa palang pintu. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kebumen mendata sebanyak 10 titik yang rawan terjadi kecelakaan dari perlintasan yang ada tersebut.

    Sepuluh lokasi itu berada di Kabekelan Kecamatan Prembun,  Sidomukti Kecamatan Ambal, Kaliputih Kecamatan Kutowinangun, Argopeni Kecamatan Kebumen, Kedungbener Kecamatan Kebumen, Selang Kecamatan Kebumen, Sodor Kuwayuhan Kecamatan Pejagoan, Jabres Kecamatan Sruweng, Sidomulyo Kecamatan Karanganyar, dan Jatiroto Kecamatan Buayan.

    Perlintasan KA di wilayah tersebut pernah terjadi kecelakaan. Bahkan dalam beberapa hari terdapat kecelakaan KA yang merenggut sejumlah korban jiwa. Atas kejadian tersebut, Pemkab Kebumen melalui Dishubkominfo mengalokasikan pengamanan KA di perlintasan tak berpalang pintu itu. "Untuk tahun 2016 ini rencananya berada di tiga lokasi yaitu Kabekelan, Kedungbener, dan Selang," kata Kabid Angkutan pada Dishubkominfo Kabupaten Kebumen Adhy Widodo didampingi salah satu kasinya, Sih Kusmoyo.

    Selain dipasang palang pintu, di tiga lokasi tersebut juga dibangun pos jaga, dan ditindaklanjuti dengan perekrutan pegawai. Prosesnya dengan menyurati ke Dirjen KA terkait permohonan izin lokasi bangunan.

    Diakui Adhy, pemasangan palang pintu perlintasan KA itu sebenarnya menjadi kewenangan PT KAI. Namun karena lokasinya yang cukup banyak, maka sejumlah lokasi yang belum terdapat  palang pintu disesuaikan dengan kebijakan Pemkab setempat.

    Pada kepemimpinan Bupati Ir Mohammad Yahya Fuad SE saat ini, pun terdapat program pengamanan perlintasan KA yang masuk program seratus hari kerja Yahya Fuad – Yazid Mahfudz. Selanjutnya dipersiapkan oleh pihak terkait dan mulai direalisasikan tahun ini.

    Dari 10 lokasi yang diprioritaskan, nantinya akan direalisasikan secara bertahap. Tahun 2016 baru tiga lokasi. Untuk membangun pos jaga dianggarkan Rp 35 juta, sedangkan palang pintu Rp 50 juta. Penjaganya nanti akan memberdayaaan warga setempat. Untuk satu lokasi enam orang yang dibuat tiga ship, sehingga masing-masing shipnya dua orang. "Sebelum bertugas mereka akan diikutkan Bintek terlebih dahulu," terang Adhy sembari menambahkan, petugas juga akan dilengkapi seragam dan alat komunikasi.

    Dengan pemasangan palang pintu KA itu dimaksudkan untuk keselamatan pengguna jalan. Adhy berharap pengguna jalan mematuhi peraturan lalu lintas dan diminta hati-hati saat melewati rel KA. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top