• Berita Terkini

    Wednesday, April 6, 2016

    Bupati Akui Pentas Duta Seni di Taman Mini Monoton

    sudarnoahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Bupati HM Yahya Fuad mengakui pementasan duta seni Kabupaten Kebumen di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta cenderung monoton dari tahun ke tahun. Pementasan tersebut juga tidak berdampak positif terhadap promosi wisata di Kebumen.

    "Sebenarnya saya sudah mendapatkan banyak masukan jauh sebelum saya dilantik jadi bupati. Kalau ini (pentas duta seni) digelar di Taman Mini yang liat hanya orang-orang Kebumen," kata HM Yahya Fuad, kepada Kebumen Ekspres, kemarin.

    Yahya Fuad juga membenarkan, penonton yang menyaksikan pergelaran seni unggulan Kebumen itu 90 persen lebih ditonton orang-orang asal Kabupaten Kebumen. Sehingga dinilai tidak efektif untuk dijadikan sebagai ajang promosi wisata. "Tetapi ada manfaatnya juga, yaitu menjadi ajang silaturahmi antar warga asal Kabupaten Kebumen di perantauan. Tetapi kalau hanya untuk silaturahmi seharusnya tidak menggunakan anggaran sebesar itu," tegas bupati yang dilantik pada 17 Februari 2016 lalu.

    Namun, Yahya Fuad menegaskan pergelaran rutin duta seni di Anjungan Jawa Tengah TMII merupakan program dari Provinsi Jawa Tengah. Dimana setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah diminta untuk mengisi acara di anjungan milik Pemprov Jawa Tengah itu. "Tapi karena ini program dari Gubernur Jawa Tengah, kita ikuti. Nanti kita usulkan agar ini dievasluasi dan hasilnya akan lebih baik," tegasnya.

    Sebelumnya, pergelaran kesenian unggulan daerah bertajuk "Kebumen Pancen Maen" di Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, Minggu (3/4) mendapat kritikan. Pasalnya, pementasan rutin setiap satu tahun sekali itu dinilai monoton.

    Dari sisi promosi wisata budaya nyaris tidak ada perubahan dengan kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Karena pengunjung hampir seratus persen adalah masyarakat Kebumen perantauan, sehingga bukan menjadi ajang promosi melainkan silaturahmi antar masyarakat Kebumen.

    Dari sisi pementasan juga dinilai kurang optimal, karena dipentaskan di pendopo dengan banyak tiang yang mengganggu penglihatan penonton. Penasihat Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kebumen, Achmad Marzoeki mengatakan, kekurangan ini sepertinya tidak terlepas dari konsep yang dilaksanakan Anjungan Jawa Tengah TMII. Yang sekadar mengisi anjungan dengan kesenian dari kabupaten/kota di Jawa Tengah tanpa upaya menghadirkan audien yang menjadi sasaran promosi. "Karena itu perlu dikaji lagi pementasan duta seni Kebumen di Anjungan Jawa Tengah TMII yang tentu memerlukan anggaran tidak sedikit," bebernya. (ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top