• Berita Terkini

    Thursday, April 14, 2016

    61 PL Ikuti Tes Urine, Satu Positif Narkoba

    cahyo/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sebanyak  61 pemandu lagu (PL) dari sejumlah tempat hiburan mengikuti sosialisasi anti narkoba dan bahaya penyakit HIV/Aids yang digelar Jajaran Satres Narkoba Polres Kebumen, di Bale Cafe Gombong, Kamis (14/4/2016). Para peserta kemarin diwajibkan mengikuti tes urine untuk mengetahui adanya narkoba dan Voluntary Counselling and Testing (VCT) untuk mengetahui adakah penderita HIV/Aids.

    Dari hasil tes urine, terdapat satu sampel yang terbukti positif mengandung zat psikotropika.

    Kapolres Kebumen AKBP Alpen SIK SH MH melalui Kasatres Narkoba, AKP Hari Harjanto SH mengatakan, seharusnya ada  97 PL yang seharusnya mengikuti tes urine dan VCT. Namun, pada hari H, hanya 61 yang datang. Mereka yang semuanya perempuan itu berasal dari sejumlah tempat hiburan di Kebumen. Di antaranya, Jack Cafe, Dees Salopa Cafe, Happy Net Cafe, Happy Valley dan Bale Cafe.  "Dari hasil pemeriksaan, ada satu sampel yang positif mengandung psikotropika," kata AKP Hari Harjanto SH di sela-sela kegiatan.

    Temuan ini, kat AKP  Hari Harjanto, akan didalami untuk mengetahui lebih detail terkait jenis narkoba yang dikonsumsi. Termasuk apakah yang bersangkutan pemakai atau pengedar. Bisa juga, zat psikotropika tersebut "hanya" berasal dari obat-obatan yang dikonsumsi. "Bila nantinya terbukti sebagai pengguna tentunya akan kita rehabilitasi," imbuhnya.

    Di saat yang sama, AKP Hari Harjanto mengatakan, kegiatan kemarin bersifat rutin. Selain untuk mendalami sejauh mana peredaran narkoba di Kebumen, sekaligus sebagai upaya mengajak warga masyarakat dalam hal ini para pekerja di tempat hiburan, menghindari pemakaian narkoba dan menjauhi seks bebas yang bisa memicu HIV dan AIDS. VCT sendiri dilakukan dengan memeriksa sampel darah masing-masing PL. Jadi, selain menjalani pemeriksaan urine dan darah, para peserta juga mendapat bimbingan (konseling).

    Pantauan koran ini, para peserta antusias mengikuti tahapan sosialisasi. Mereka juga tak segan meminta bimbingan kepada para petugas. Salah satu PL, Novi (18) mengakui, kehidupan malam yang digelutinya memang dengan godaan narkoba dan seks bebas. Namun, tak semua wanita seperti dirinya lantas terjerumus. "Ada juga yang pakai (narkoba). Tapi banyak yang nggak. Kalau saya takut pakai begituan (narkoba)," kata perempuan asal Kecamatan Kutowinangun itu.

    Perempuan yang sudah dua tahun terakhir bekerja sebagai pekerja hiburan malam itu menuturkan, cukup banyak PL yang merupakan warga Kebumen. "Sisanya dan sebagian besar dari luar daerah," imbuhnya.

    AKP Hari Harjanto menambahkan, pemeriksaan terhadap para pekerja hiburan malam lantaran mereka memang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba dan HIV/Aids. Namun demikian, tak tertutup kemungkinan kegiatan serpa dilakukan di kalangan lain. Itu dilakukan untuk menekan tingginya kasus narkoba di Kota Beriman. Menurut AKP Hari Harjanto, sepanjang tahun 2016 ini, pihaknya telah menangani 7 kasus Narkoba. "Dari jumlah itu, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top