• Berita Terkini

    Tuesday, March 15, 2016

    Ribuan Guru Antar Pemakaman Dr Sulistyo Mpd

    Mendadak Ajak Foto Bersama dengan Keluarga 
    PUJIHARTONO/RADARBANYUMAS
    Dunia pendidikan berduka. Salah satu sosok penting dalam dunia pendidikan, Dr Sulistyo Mpd telah diistirahatkan untuk yang terakhir kalinya di pemakaman keluarga di Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, (Selasa (15/3).

    ---------------------------
    PUJI HARTONO, Banjarnegara
    ---------------------------

    RUMAH sederhana di balik tingginya perbukitan Sugeng di Desa Kalitengah RT 1 RW 5, Kecamatan Purwanegara terus dibanjiri ribuan pelayat sejak Selasa (15/3) pagi. Pelayat yang datang dari berbagai daerah seperti Kendal, Temanggung, Semarang dan lainnya ini terus bertambah ketika jenazah korban ledakan tabung di Rumah Sakit Mintoharjo, Dr Sulistyo Mpd tiba di rumah duka pukul 16.30 WIB.

    Isak tangis pun tak bisa dibendung. Sambil diiringi shalawat, korban yang merupakan putra pasangan Suwito (76) dan Suparmi (74) ini diturunkan dari mobil jenazah. Bahkan, Suparmi, ibu korban tidak kuat menahan kesedihanya ketika anak kandung satu-satunya ini diturunkan dari mobil jenazah.
    Tidak menunggu lama, jenazah korban pun langsung disalatkan oleh pelayat. Seperti diantaranya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmko, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo, Wakil Bupati Hadi Supeno dan pelayat lainnya. Jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga sekitar 600 meter dari rumah duka.
    Namun, pelayat terus berdatangan. Tidak heran memang, mengingat sosok Dr Sulistyo Mpd ini memang dikenal sebagai pejuang terutama di dunia pendidikan.
    Paman korban, Suprihanto menuturkan jika jenazah Dr Sulistyo Mpd sengaja dibawa pulang ke tanah kelahirannya untuk diistirahatkan di pemakaman keluarga. Sebab, sebelum meninggal dunia, pria yang lahir 12 Februari 1962 ini telah berpesan agar dimakamkan di tanah kelahirannya, Desa Kalitengah.
    “Beliau telah berpesan, katanya dari ndeso bali ndeso. Karena itu amanah jadi harus dilaksanakan,” kisah Suprihanto, kemarin.

    Menurutnya, meski tidak ada pesan-pesan khusus namun gelagat Dr Sulistyo Mpd tidak seperti biasanya. Seperti misalnya mengajak keluarga besar untuk foto bersama. Selain itu juga akhir-akhir ini sering pulang ke kampung halaman. Biasanya, kata dia hanya setahun sekali kecuali jika ada kegiatan dinas yang dekat dengan Banjarnegara. “Padahal sebelumnya tidak jarang sekali meminta foto bersama. Tapi saat terakhir pulang pada 10 Februari 2106 lalu, mendadak mengajak foto bersama keluarga,” ungkapnya.

    Selain itu, Suprihanto juga mengisahkan jika Dr Sulistyo Mpd sempat mengaku akan berhenti dari pekerjaan yang digeluti saat ini, lantaran akan fokus mengahbiskan waktu dengan keluarga.
    Sementara itu dimata tetangga, pria yang meninggalkan satu istri Nurhalimah, kedua anaknya Gani Purwanegara dan Malik Abdul Hakim ini dikenal sebagai sosok yang tidak sombong. Seperti yang dikisahkan Rudin, tetangga Dr Sulistyo Mpd. Menurutnya, sosok teman saat duduk di bangku sekolah dasar ini mempunyai semangat yang besar dalam menuntut ilmu. Pasalnya, di daerah tempat tinggalnya rata-rata hanya bersekolah sampai SD. “Biasanya setelah SD bekerja dan menikah. Tetapi Dr Sulistyo Mpd terus bersemangat bersekolah,” ujar dia.

    Usai SD, pria yang saat ini menjabat sebagai anggota DPD asal provinsi Jawa Tengah pun melanjutkan sekolah ke jenjang SMP di Kecamatan Mandiraja. Kegigihanya dalam menuntut ilmu pun diuji. Sebab, Rudin mengatakan jika Dr Sulistyo Mpd harus berjalan kaki hingga tujuh kilometer. Bahkan ia harus menyebrangi sungai.

    “Medannya saat itu sulit, karena melewati pemetangan sawah dan tegalan. Juga harus menyebrang kali sapi di Desa Merden, Kecamatan Purwanegara,” terangnya.

    Lebih jauh, Rudin yang sering bermain sepakbola bersama menambahkan jika Dr Sulistyo Mpd pun orang yang rajin menabung. Dulu, kata dia uang saku sebesar lima rupiah selalu ditabungnya. Untuk bekal, Dr Sulistyo Mpd tidak malu untuk membawa bekal hasil bumi seperti ketela. “banyak kebiasaan-kebiasaan yang bisa kita contoh,” imbuhnya.(*)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top