• Berita Terkini

    Sunday, March 13, 2016

    Resmi Jadi Anak Pengusaha, Bayi Petanahan Diberi Nama Alifa Barrah Azkadina

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Bayi malang yang ditemukan di Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan akhir Februari lalu kini telah memiliki keluarga baru. Bahkan, oleh orang tua angkatnya, bayi perempuan mungil itu segera memiliki nama baru, Alifa Barrah Azkadina.

    Itu setelah Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakestransos) Dwi Suliyanto SSos menyerahkan bayi itu kepada pasangan suami istri (pasutri) Oki Jamiat (41) dan Sri Partiningsih (40), di Puskesmas Petanahan, Sabtu (12/3/2016). Turut menyaksikan, Camat Petanahan Ram Gunadi SH, Kepala Puskesmas Petanahan Marlina Indrianingrum SKM MKes, Kaposek Petanahan AKP I Made Arjana, Kasi Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Rokum Ssos dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Kesra Setda) Kebumen Siti Nuriyatun Fauziyah SAg MSi, serta dua anggota dari Sakti Peksos.

    Raut bahagia terpancar dari wajah Oki Jamiat beserta istri. Maklum menikah selama 14 tahun lebih dan belum dikaruniai momongan, kini mereka memiliki buah hati. Menyambut buah hatinya, Oki yang sehari-hari adalah pengusaha butik itu mengaku telah menyiapkan nama bagi bocah yang selama dirawat di Puskesmas Petanahan itu diberi nama sementara Mutiara itu.
    Sebagai gantinya, bocah itu akan menyandang nama Alifa Barrah Azkadina. "Artinya anak yang sholehah dan mampu berbakti kepada orang tua. Nama itu merupakan bagian dari doa, semoga kelak dia dapat menjadi anak yang sholehah dan berbakti kepada orang tua agama bangsa dan negara," kata Oki sembari mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang  telah memberi kepercayaan kepada dirinya untuk dapat menjadi orang tua asuh.

    Kepala Dinakertransos Kebumen Dwi Suliyanto Ssos dalam sambutannya mengatakan, dipilihnya Oki Jamiat-Sri Partiningsih sebagai orang tua angkat telah melalui proses panjang.  Berawal dari 23 calon orang tua angkat (COTA) yang berminat mengadopsi, terpilih tiga COTA. Kemudian, tiga COTA ini kembali diseleksi yang menjadi bagian tersulit.
    Sebab, dari ketiga calon orang tua angkat (COTA) yang awalnya terpilih, seluruhnya memenuhi kriteria. Namun, dibanding dua COTA lainnya, Oki Jamiat-Sri Partiningsih memiliki "kelebihan" yakni tidak merokok dan akan mengasuh sendiri anak angkatnya itu tanpa bantuan baby sitter.  “Dari ketiga pasangan tersebut,  Oki Jamiat dan Sri Partiningsih adalah yang tidak merokok dan akan merawat anak itu, tanpa menggunakan baby sitter. Itu menjadi salah satu poin yang membuat mereka dinilai paling pantas mengadopsi bayi itu,” tutur Dwi Suliyanto diamini Kaposek Petanahan AKP I Made Arjana, yang juga merupakan salah satu anggota tim seleksi COTA.

    Selanjutnya, kata Dwi Suliyanto, selama enam bulan kedepan, pihaknya akan terus  melakukan pemantauan atas perkembangan bayi tersebut. Jika tidak ada kendala, maka pasangan Oki Jamiat berhak sepenuhnya mengadopsi bayi itu. “Mohon ijin kepada keluarga Oki jika suatu saat saya akan berkunjung untuk melihat perkembangan bayi,” katanya, sembari mengatakan semoga  pasangan tersebut dapat merawat bayi itu, dengan baik.

    Seperti diberitakan, bayi perempuan malang ditemukan warga di Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan pada 26 Februari 2016 lalu. Sejak saat itu hingga Sabtu kemarin (12/3), bayi tersebut dirawat di Puskesmas Petanahan dan diberi nama sementara Mutiara. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top