• Berita Terkini

    Wednesday, March 9, 2016

    Latgab Damkar BPBD Purworejo Libatkan Masyarakat

    andi/ekspres
    PURWOREJO- Menilai akan pentingnya peran masyarakat dalam langkah awal penanggulangan musibah kebakaran, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, melibatkan masyarakat dalam latihan gabungan regu Pemadam Kebakaran (Damkar).

    Sedikitnya terdapat 60 peserta yang terdiri dari Tim Damkar BPBD Purworejo, unsur masyarakat, relawan, TNI, dan Polri, terlibat dalam latihan yang dilaksanakan selama dua hari, Senin-Selasa (7-8/3) ini. Selain mendapat sampaian materi, peserta diharuskan mengikuti latihan simulasi pemadaman.

    "Untuk tahun 2016 ini, kami sengaja melibatkan masyarakat dalam latihan. Kami menilai peran mereka dalam tindakan penanganan pertama sangat penting saat terjadi musibah kebakaran," ucap Kabid Kesiapsiagaan BPBD Purworejo, Edhy Purwanto, disela-sela latihan.

    Edhy melanjutkan, dalam latihan itu, pihaknya mendatangkan instrukur dari BPBD Kabupaten Kebumen yang sudah tersertifikasi dalam memberi pelatihan pemadaman. Selain itu, instruktur dari Kodim 0708/Purworejo untuk menyampaikan materi Kesamaptaan. "Kami juga dibantu teman-teman senior dari relawan BPBD Purworejo," ucapnya.

    Edhy menambahkan, melalui kegiatan itu pihaknya mengharapkan, peserta pelatihan dapat menyampaikan informasi yang diperoleh kepada
    masyarakat luas lainnya. Sehingga, jika terjadi musibah kebakaran bisa melakukan langkah tindakan yang tepat.

    "Musibah kebakaran bisa terjadi kapanpun, termasuk saat musim penghujan. Saya harap masyarakat selalu siaga, dan lebih meningkatkan langkah antisipasi terjadinya musibah kebakaran," harapnya.

    Arif Kurniawan, salah satu anggota tim pelatih dari BPBD Kabupaten Kebumen, mengatakan, terkadang masyarakat salah memahami langkah memadamkan api, dimana pemadaman dipusatkan di sumber api. Padahal hal penting yang lebih dulu perlu dilakukan adalah meminimalisir penyebaran api.

    "Tindakan pra pemadaman lebih penting, yakni dengan meminimalisir penyebaran api. Ini bisa dilakukan dengan menyiramkan air di lokasi yang berdekatan dengan api. Jika sudah, baru memadamkan sumber api. Hal itu yang terkadang belum dipahami masyarakat luas," ucapnya. (ndi).

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top