• Berita Terkini

    Sunday, March 6, 2016

    Lagi-lagi dan untuk Kesekian Kalinya, Bocah Tewas Tenggelam

    istimewa
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Lagi dan lagi. Kecelakaan di perairan hingga merenggut nyawa kembali terjadi di Kota Beriman. Terbaru, naas dialami Diah Indah Permatasari, siswa kelas 4 SDIT Al Madinah Kebumen yang meninggal setelah tenggelam saat mengikuti kegiatan luar sekolah, Sabtu (5/3/2016).

    Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian berawal saat korban bersama teman-temannya mengikuti kemah di Dukuh Tinatah RT 4 RW 3 Desa Wonokromo Kecamatan Alian. Kegiatan sendiri merupakan salah satu kegiatan SDIT Al Madinah dalam program study Bina Iman dan Taqwa.

    Sekitar pukul 06.00 WIB, korban yang sebelumnya telah menginap SD Negeri 3 Wonokromo itu, bersama teman-temanya mandi di sungai Kedungsawu yang berada tak jauh dari lokasi perkemahan, dengan  diawasi oleh pihak guru SDIT Al Madinah yaitu ustadzah  Ika Dianti (30) dan ustadzah  Siti Solehatun Nasikhah (27).

    Saat itulah, saat sedang mandi, korban tiba-tiba tenggelam. Melihat hal itu, teman-teman korban pun segera meminta tolong pada ustadzah Ika Dianti dan Siti Solehatun Nasikhah. Kedua guru itu pun seketika berteriak memanggil ustadz Maskur Salim (30). Dengan segera Maskur Salim pun menyelam untuk memberi pertolongan dan menemukan korban di dasar kedung sudah dalam keadaan tidak sadar diri. Diketahui, korban tenggelam di kedung dengan kedalaman 2 meter, sedangkan tinggi korban hanya 120 centimeter

    Oleh pihak guru, korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas Alian untuk di periksa. Sesampainya di Puskesmas di ketahui korban sudah meninggal dunia. Korban kemudian dibawa kerumah duka dan dimakamkan sekitar pukul 14.00 WIB.

    Kapolres Kebumen, AKBP Alpen SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto SH membenarkan adanya peristiwa itu. Menurut AKP Willy, pihaknya kini sedang melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Polres Kebumen sedang melakukan pendalaman serta mengkonfirmasi kepada pihak sekolah SDIT Al Madinah Islamic Center terkait kegiatannya itu.


    Di saat yang sama, AKP Willy mengaku cukup menyayangkan musibah itu. Seharusnya, kata dia, pihak sekolah bisa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu di sekitar area kegiatan. Setelah memastikan aman, baru melakukan acara. " “Kami sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut, semestinya dari pihak sekolah bisa mengantisipasi kejadian ini," ujarnya.

    Sementara itu pada Minggu (6/3), suasana duka masih terlihat menyelimuti Masiogi (38) warga RT 2 RW 4 Desa Sawangan Kecamatan Alian. Didampingi Istrinya yang terus mengucurkan air mata, Masiyoga yang tidak lain adalah Ayah korban, belum bisa memberikan keterangan apapun saat wartawan koran ini berkunjung kerumahnya.


    Peristiwa yang menimpa siswa SDIT Al Madinah semakin menambah daftar panjang kecelakaan di kawasan perairan Kebumen. Peristiwa serupa pernah terjadi di Kecamatan Pejagoan, pada 12 Desember 2015 lalu. Dua siswa SD Islam As-Salaam Desa/Kecamatan Pejagoan ditemukan tewas saat jam pelajaran. Keduanya, masing Abdul Malik Alfansani (11) dan Usamah (12) ditemukan meninggal ditemukan di kubangan bekas galian genting yang berada  tak jauh dari lokasi sekolah.

    Selain itu, hingga Februari 2016 ini setidaknya ada 7 kejadian kecelakaan di perairan. Terbaru, seorang siswa MTS N Gombong, tenggelam disapu ombak Pantai Criwik Desa Tambakmulyo Kecamatan Puring pada 21 Februari 2016. Hingga akhir pekan kemarin, Ahmad Burhanudin (15), korban, belum ditemukan. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top