• Berita Terkini

    Tuesday, March 8, 2016

    Gerhana Matahari di Kebumen Berlangsung 2 Jam 14 Menit

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi di Indonesia, Rabu (9/3/2016) besok juga akan dapat dilihat dari Kabupaten Kebumen. Sayangnya gerhana matahari di Kabupaten Kebumen hanya berupa gerhana sebagian, atau gerhana sabit.

    Tim Ahli Badan Rukyat Hisab Daerah Kabupaten Kebumen, Ma'rufin Sudibyo, menyatakan gerhana ini dimulai lewat tahap awal. Saat cakram bulan tepat mulai nampak menyentuh bundaran matahari. Diperkirakan gerhana akan terjadi mulai pukul 06.20 WIB.

    "Saat itu Matahari sedang sepenggalah, dengan tinggi 8 derajat dari ufuk timur dan berposisi di sekitar titik timur (azimuth 93 derajat)," kata Ma'rufin Sudibyo, kepada Kebumen Ekspres, Senin (7/3/2016).

    Sedangkan puncak gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 07.23. Pada saat itu, matahari setinggi 23 derajat pada azimuth 91 derajat. "Sebelumnya cakram bulan kian bergerak jauh ‘menjajah’ Matahari sehingga sang surya kian redup," ucapnya.

    Ia menjelaskan, persentase penutupan matahari di Kabupaten Kebumen adalah 85,4  persen. Dengan kata lain wajah matahari yang masih terlihat dan memancarkan cahaya tinggal 14,6 persen saja. Sehingga matahari seakan-akan menjadi berbentuk sabit. Intensitas cahaya Matahari yang tiba di bumi Kabupaten Kebumen saat itu pun diprakirakan tinggal 15 persen dari normal. Dan, langit akan meredup.

    Tetapi situasi ini tak bertahan lama, kata dia, gerak bulan membuatnya mulai meninggalkan wajah matahari secara berangsur–angsur. Hingga akhirnya tibalah tahap akhir yang diperkirakan pukul 08.34 WIB, saat matahari berketinggian 41 derajat dengan azimuth 89 derajat. "Dengan demikian durasi gerhana matahari di Kabupaten Kebumen 2 jam 14 menit," bebernya.

    Lebih jauh, Ma'rufin, menceritakan gerhana matahari merupakan peristiwa langka. Secara kasat mata gerhana matahari terakhir di Kabupaten Kebumen terjadi pada 29 Januari 2009, juga sebagai gerhana sebagian.

    Saat itu gerhana terjadi pada sore hari dengan persentase penutupan Matahari 84,5 persen. Pada 14 Januari 2010 dan 5 Mei 2013 juga terjadi gerhana matahari, yang lagi–lagi muncul sebagai gerhana sebagian. Namun begitu keduanya sangat sulit diamati. Persentase penutupan matahari dalam puncak gerhana 2010 hanya 3 pesen. Sehingga sangat sulit diamati. Sebaliknya gerhana 2013 terjadi tepat pada saat matahari terbit, sehingga mustahil untuk mengamatinya. (ori)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top