• Berita Terkini

    Wednesday, March 9, 2016

    Dolanan Bocah Makin Ditinggalkan

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Berkembang pesatnya teknologi, telah membuat anak-anak beralih dari permainan tradisional kepada gadget. Hak ini semakin membuat permainan tradisional pun ditinggalkan oleh anak-anak era masa kini. Padahal banyak permainan tradisional unik dan dapat menyatukan anak-anak untuk bermain bersama sehingga tingkat sosial anak-anak akan semakin tinggi.

    Alasan itu lah yang menjadi dasar pemikiran Fasilitator Muda Peduli anak, untuk menyelenggarakan Festival Dolanan Bocah. Pada Festival itu akan terdapat 10 permainan tradisional yang akan dimainkan. Rencananya Festival Dolanan Bocah akan dilaksanakan pada tanggal 9 April mendatang, di Pantai Laguna Desa Lembupurwo Kecamatan Mirit, diikuti oleh 400 peserta

    Ketua Panitia pelaksana Fitri Haryani (24) mengatakan, saat ini untuk bermain saja anak-anak sudah mengandalkan gadget. Padahal disadari atau tidak gadget akan membuat anak-anak menjauh dari kehidupan sosial. “Kalau kita mengingat kembali masa lalu, maka kita akan menemukan anak-anak saling bermain bersama dan kompak, namun saat ini anak-anak tampak individual dan bermain game sendiri-sendiri,” tuturnya, saat audiensi dengan Ketua Komisi  B DPRD Kebumen Sudarmaji, baru-baru ini (7/3/2016).

    Dijelaskannya, beberapa permainan anak-anak yang akan dimainkan pada Festival Dolanan Bocah diantaranya, egrang, bakia batok, gapyak, yeye, gobak sodor/galasi, boi-boian, betengan, pandai paku, patek lele dan kerajinan tangan. “Kita juga akan melaksanakan resik pantai, bakti sosial, penerbangan 1000 balon dan mendongen,”  katanya, sembari menambakan, untuk pelaksanaan kegiatan tersebut pihaknya juga telah berkoordinasi dengan 10 komunitas di Kebumen, pemuda Desa Lembupurwo, DPRD dan Bupati Kebumen.

    Ketua Komisi B DPRD Kebumen Sudarmaji menyambut baik, adanya gagasan festival tersebut, menurutnya, kegiatan tersebut akan kembali melestarikan permainan tradisional kepada masyarakat, terlebih jika panitia dapat menemukan permainan tradisional asli Kebumen.  “Kegiatan ini sangat bagus, untuk mencari akar yang  selama ini hilang,” paparnya, yang juga bersedia menjadi pembina pada festival tersebut.

    Dijelaskannya, festival itu juga dapat di satukan dengan beberapa program di komisi B diantaranya kampanye gemar makan ikan (Gemari). Pihaknya juga berharap kegiatan  festival tersebut dapat rutin dilaksanakan, sehingga tidak gebrakan dan menjadi formalitas belaka. “Saya harap ini bukan hanya formalitas saja, namun benar-benar untuk melestarikan dolanan bocah,” terangnya.

    Fitri Haryani menambahkan, usai audiensi dengan ketua Komisi D kemudian dilanjutkan bertemu dengan Bupati Kebumen Ir Mohammad Yahya Fuad SE. Bupati pun mengapresiasi rencana festival Dolanan Bocah itu. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top