• Berita Terkini

    Thursday, March 31, 2016

    Cerita Liong yang Sukses Menangkarkan Iguana

    IMAM/EKSPRES
    Berawal dari Iseng, Kini Bisa Jual Rp 1 Juta Perekor
    Bila diarahkan dengan baik, hobi ternyata bisa mendatangkan hoki. Setidaknya itulah yang telah dibuktikan sendiri oleh Liong (42) warga Jalan Pahlawan nomor 5 Gombong. Dari hobi suka memelihara reptil kini pengusaha tersebut sudah mampu menangkarkan iguana sendiri di rumahnya.
    ----------------------
    IMAM, Gombong
    ----------------------

    PETAK-petak kandang iguana yang terbuat dari kawat kasa dan kaca dijumpai di rumah Liong. Tidak seperti umumnya kandang peternakan yang cenderung kotor dan bau, kadang iguana milik Liong sangat terlihat bersih.  Jika terdapat kotoran, maka koran yang digunakan sebagai alas kandang langsung diganti.


    Liong  pun menceritakan, sejak kecil dia memang sudah senang memelihara reptil terutama ular jenis phiton. Kecintaannya terhadap reptil terus berlangsung hingga dewasa.  Tepatnya sejak tahun 2012 lalu Liong mulai menangkarkan iguana. Setelah mengalami jatuh bangun dan gagal, akhirnya pada tahun 2014 iguana yang ia tangkarkan dapat bertelur dan menetas. “Awalnya hanya senang memelihara, kemudian iseng lah ditangkarkan,” tuturnya, Kamis (31/3).


    Menangkar iguana tidaklah ribet, kendati demikian diperlukan kesabaran dan ketekunan. Meski terlihat sangar, namun iguana sebenarnya adalah hewan herbivora (pemakan tumbuhan) dan memungkinkan ditangkar serta berkembang biak dengan baik. Syaratnya, mereka harus dibuat senyaman dan seaman mungkin.  “Kita harus mengetahui habitat hewan terlebih dahulu. Jika iguana merasa nyaman, maka akan dapat berkembang biak,” kata pria yang kini mempunyai sekitar 15 pasang iguana tersebut.

    Menurutnya, iguana merupakan hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Satu ekor iguana besar dapat bertelur hingga mencapai 54 butir dalam sekali bereproduksi. Masa berkembang biak iguana rata-rata hanya terjadi sekali dalam setahun. Setelah 2,5 bulan, telur iguana yang diinkubasi akan menetas. “Rata-rata satu ekor anakan iguana umur sebulan laku Rp 500 ribu,” terangnya, sembari menambahkan untuk iguana albino umur 1 bulan sudah mencapai harga Rp 4 juta.

    Liong pun menambahkan, iguana membutuhkan merupakan hewan yang membutuhkan panas untuk memperlancar metabolisme tubuhnya. Maka dari itu bagi para pemilik iguana sangat disarankan untuk menjemur iguananya walaupun hanya sebentar. Waktu penjemuran terbaik adalah antara pukul  07.00-09.00 WIB. “Selain itu kandang iguana juga tidak boleh lembah. Jika kandang lembab maka kulit iguana dapat berjamur,” ucapnya.(*/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top