• Berita Terkini

    Wednesday, March 30, 2016

    45 Pegawai Kejaksaan Jalani Tes Urine

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sebanyak 45 pegawai Kejaksan Negeri (Kejari) Kebumen, mengikuti tes urine dari Badan Narkotika Nasional  (BNN) Cilacap. Tes urine dilaksanakan di aula lantai dua kantor Kejari Kebumen, Selasa (29/3/2016).

    Tes urine yang melibatkan tujuh orang pegawai BNN Cilacap tersebut juga dihadiri oleh Kepala BNN Cilacap AKBP Edy Santoso SSos MSi dan Kasat AKP Hari Harjanto SH MH mewakili Kapolres Kebumen AKBP Alpen SIK SH MH. Adapun parameter yang digunakan antara lain metamin, amfetamin (sabu-sabu), THC (ganja), Morfin (heroin) dan Bensu.
    Kepala Kejari Kebumen Drs Syakhrony SH mengatakan, kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum, harus bersih dari keterlibatan penyalahgunaan narkoba. Tes urin merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi tersebut. "Ibarat sebuah sapu, kita juga harus bersih dan terbebas dari narkoba, sebelum dapat membersihkan orang lain," tuturnya.

    Dari pantauan Ekspres, pelaksanaan tes urine berjalan lancar, para pegawai Kejaksaan dengan tenang tanpa rasa kecemasan memberikan sampel urine kepada para petugas menggunakan toples kecil. Usai pemeriksaan, petugas BNN Cilacap pun segera mengumumkan jika 45 pegawai kejaksaan yang telah diperiksa negatif dari narkoba.

    Sementara itu, Kepala BNN Cilacap AKBP Edy Santoso SSos MSi mengungkapkan keprihatinannya dengan maraknya peredaran narkoba. Obat terlarang yang dulu hanya identik dengan orang kaya dan pergaulan bebas, kini semua kalangan dan usia dapat menjadi sasaran peredaran narkoba.



    Peredaran narkoba telah masuk di kalangan pelajar, pegawai, buruh, pengunjung tempat hiburan, bahkan dunia pesantren pun tak luput menjadi sasaran barang haram tersebut. Pihaknya pun telah menyatakan perang untuk melawan narkoba. “Kondisi ini sudah sangat mendesak,” tegasnya, sembari menambahkan sejak aktif di BNN Cilacap tepatnya 23 Februari lalu, pihaknya telah melakukan tes urin kepada 1.428  orang.

    Masih menurut Edy Santoso, di Kebumen, peredaran narkoba juga patut untuk diwaspadai, terlebih dikawasan pesisir pantai selatan Kebumen. Maraknya tempat-tempat hiburan dapat menjadi tempat yang strategis untuk peredaran narkoba.”Setengah bulan yang lalu, kita baru menangkap dua pengedar narkoba dari Kebumen saat mengunjungi tempat hiburan,” terangnya, sembari mengatakan, pentingnya mendirikan BNN di Kabupaten Kebumen. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top