• Berita Terkini

    Thursday, March 24, 2016

    25 Peserta Dilatih Budidaya Klanceng

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Sebanyak 25 peserta dari 10 kecamatan mengikuti pelatihan/bimtek budidaya lebah klanceng yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kebumen. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Desa Munggu Kecamatan Petanahan, Rabu-Kamis (23-24 Maret 2016).

    Pelatihan klanceng mengundang nara sumber praktisi peternak lebah klanceng Muhammad Haris dari Kabupaten Magelang dan Wahyu Karyono dari Kebumen. Kedua nara sumber tersebut merupakan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM).

    Kepala Dishutbun Kebumen Ir Djunaedi Fathur Rohman MSi melalui Kabid Produksi Ir Fresti mengatakan potensi lebah klanceng di Kabupaten Kebumen cukup tinggi. Di daerah selatan Kebumen, masih sangat banyak ditemukan koloni lebah klanceng liar. Klanceng biasanya bersarang di bambu, rongga rumah ataupun pada lubang lainnya. “Itu menjadi salah satu alasan, pelatihan ini di tempatkan di Desa Munggu,” tuturnya.

    Dijelaskannya, pelatihan budidaya klanceng merupakan bagian dari program pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK). Diharapkan dengan memanfaatkan HHBK akan efektif untuk mengurangi penebangan pohon. Usai pelatihan peserta akan mendapatkan satu stup bibit klanceng. “Selain itu peserta juga mendapatkan ATK dan kaos,” katanya.

    Kasi Produksi Dishutbun Ken Asri SHut mengatakan, para peserta pelatihan terdiri dari 16 desa di 10 kecamatan diantaranya, Kecamatan Mirit, Ambal, Klirong, Petanahan, Buayan, Ayah, Rowokele, Sruweng Alian dan Sadang. Usai pelatihan para peserta juga akan dipantau apakan mereka melakukan apa yang telah disampaikan atau tidak. “Ini juga merupakan bagian dari indikator keberhasilan pelatihan/bimtek,” paparnya.

    Nara Muhammad Haris menyampaikan tentang tata cara budidaya klanceng, meliputi cara memindah, meningkatkan produksi, memecah koloni dan lain sebagainya. Sementara nara sumber lainnya Wahyu Karyono menyampaikan materi pakan alami dari lebah Klanceng.

    Menurut Muhammad Haris bisnis madu bukan hanya semata-mata menjual madu saja, melainkan menjual kepercayaan. Jika konsumen sudah mempunyai kepercayaan penuh kepada peternak madu, maka akan muncul rasa fanatik. Konsumen sepeti itu tidak akan menjadi pelanggan tetap. “Maka dari itu pertahankan kepercayaan konsumen dan jangan sampai menipu mereka,” pesannya.

    Usai mengikuti materi teori, perserta pelatihan pun langsung praktek budidaya klanceng. Peserta juga diajak jalan-jalan untuk mengetahui tempat-tempat yang disuka oleh lebah klanceng. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top