• Berita Terkini

    Saturday, February 13, 2016

    Siswa di Kudus Belajar Di Tengah Kepungan Banjir

    DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS
    KUDUS – Para siswa SD 1 Setrokalangan, Kaliwungu, tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa, meskipun halaman sekolah mereka tergenang banjir. Namun, yang masuk kemarin hanya siswa kelas V dan VI.

    Guru SD 1 Setrokalangan Suparja menjelaskan, tidak ada instruksi sekolah diliburkan. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal. Memang yang berangkat kali ini hanya kelas V dan VI. Halaman sekolah dan akses jalan ke sekolah memang tergenang banjir. Jadi menyulitkan siswa untuk datang ke sekolah. Selain itu, juga antisipasi bagi siswa karena akses jalan masih tergenang banjir. “Hampir tiap tahun Desa Setrokalangan memang jadi langganan banjir. Jadi sudah terbiasa dan kegiatan belajar juga tetap berjalan normal,” jelasnya.

    Untuk kelas I-IV kebanyakan berasal dari Dukuh Karangturi dan aksesnya agak sulit karena banjir. Jadi para siswa tidak masuk. Sementara para siswa kelas V dan VI tetap bersemangat mengikuti KBM meski banjir. “KBM berjalan normal mulai pukul 07.00 hingga pukul 11.00. Karena Sabtu jadi pulang lebih awal,” ucpanya.

    Dia menjelaskan, untuk guru yang mengajar di SD 1 Setrokalangan, sebagian berasal dari luar desa. Jadi, saat akses ke sekolah kendaraannya dititipkan. Selain itu, juga berjalan kaki karena banjir masih setinggi lutut. “Pernah dulu sampai pinggang saat 2014,” tambahnya.

    Sementara itu, salah seorang siswa kelas VI, Bayu Aji Saputro mengungkapkan, meski banjir dirinya tetap bersekolah. Karena air tidak masuk ke ruangan kelas. Saat ke sekolah pun dirinya harus menerjang banjir. “Kalau mau ke sekolah ya harus lewati banjir,” terangnya. Selain dirinya, juga ada 14 siswa satu kelasnya yang masuk sekolah kemarin.

    Terpisah, Khomsatun, 55, warga yang rumahnya kemasukan air mengungkapkan, air masuk ke rumahnya mulai Jumat (12/2) pagi. Awalnya ketinggian air di dalam rumah sekitar 50 sentimeter, namun kemarin sudah mulai surut dan tinggal semata kaki orang dewasa. “Setiap tahun memang langganan banjir. Biasanya satu hingga dua pekan baru surut,” jelasnya.

    Dirinya berharap, air cepat surut dan dia bisa beraktivias normal. Karena sejak banjir dia tidak bekerja. “Dua hari sudah tidak kerja,” ucap perempuan yang bekerja di salah satu pabrik rokok di Kudus ini. (ham/lin)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top