• Berita Terkini

    Saturday, February 20, 2016

    Seorang Fotografer di Kudus Jadi Korban Pembacokan, Motif Ingin Miliki Kamera

    ABDUL ROCHIM/RADAR KUDUS
    KUDUS – Nasib tragis dialami warga Desa/Kecamatan Karanganyar, Demak, Khazim Ubaidillah, 24. Dia harus mengalami pembacokan seusai menyelesaikan job foto di Desa Kedungsari, Gebog, Kudus. Akibatnya, korban harus dirawat intensif di RS Mardi Rahayu Kudus.

    Peristiwa itu terjadi Jumat (19/2) sore lalu sekitar pukul 17.00. Awalnya, Rabu (17/2) lalu, saat pin BlackBerry Messenger (BBM) milik Harry Prabowo (teman korban) di-invite oleh pelaku berinisial Ihm, 16, warga Desa Besito, Kecamatan Gebog. Remaja itu, awalnya cuma berkenalan dengan Harry.

    Mengetahui Harry seorang fotografer, Ihm menawarkan job foto bersama dengan pacarnya. Gayung bersambut. Harry mengiyakan tawarannya dan membuat janji untuk ketemuan.
    Harry tidak sendirian dalam melakukan job foto tersebut. Dia mengajak korban yang merupakan temannya. ”Akhirnya kami janjian ketemu di Tugu Besito pada Jumat sekitar pukul 15.00,” terang Harry kepada Jawa Pos Radar Kudus.

    Setibanya di lokasi, Harry sempat berbincang sesaat dengan pelaku mengenai lokasi pemotretan. Ihm mengajaknya ke sebuah lokasi rumah tua di Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog. Sekitar 15 menit, mereka bertiga sudah tiba di lokasi pemotretan.

    Harry sempat heran. Sebab, rencana pemotretan itu dengan pasangan pelaku. Namun, dari awal ketemu hingga tiba di lokasi pemotretan, tak dijumpai pacar pelaku. Harry pun sempat menanyakan ke pelaku. Ihm meminta menunggu hingga 15 menit.
    ”Saya sempat menanyakan, pacarnya mana, Mas. Tapi dia meminta tunggu sebentar. Sudah ditunggu tapi pacarnya tidak datang-datang. Saya lalu meminta agar dia menelepon pacarnya. Dia bilang tak punya nomor teleponnya. Mulai itu saya curiga, karena sudah tidak jelas,” ujar Harry saat ditemui di RS Mardi Rahayu kemarin.

    Lalu, Harry dan korban menyarankan sambil menunggu sang pacar agar melakukan pemotretan sendiri dulu. Setelah pemotretan sesi pertama usai, Harry mendesak melakukan sesi pemotretan kedua. Pelaku sudah merencanakan lokasi baru untuk pemotretan selanjutnya tersebut. Dari lokasi lama, mereka menyusuri jalan tenggangan.

    Harry dan korban yang saat itu berboncengan saling berbincang dan curiga. Ternyata lokasi yang dimaksud itu adalah sebuah area penanaman tebu. Hingga di lokasi kedua itu, pacar korban juga belum muncul. Sesi ini akhirnya juga dilakukan tanpa pasangan.

    Usai pemotretan kedua itu, korban lantas berbicara pada pelaku mengenai honor yang harus diserahkan. ”Mas, awalnya kan foto couple Rp 350 ribu. Tapi karena hanya sendirian, tarifnya jadi Rp 200 ribu saja,” ujarnya.

    Bagai kerbau dicokok hidungnya, pelaku kebingungan. Tangannya membuka resleting tas yang sedari tadi digendongnya. Lalu menutupnya lagi. Setelah itu, ia membuka jok sepeda motornya. Tak mengambil apapun, lalu menutupnya lagi.

    ”Setelah itu, dia membuka lagi tasnya dan mengeluarkan benda tajam berupa celurit. Pelaku langsung membacok Ubai (koban) hingga lima kali bacokan,” ucap Harry.
    Harry lalu menabrakkan tubuhnya ke remaja nekat itu. Pelaku sempat menyabetkan celurit ke bagian kepala. Untungnya, Harry sudah mengenakan helm. ”Saya sempat berteriak meminta tolong, pelaku terjatuh dan bergegas meninggalkan tempat kejadian,” katanya.

    Korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas Gebog. Di puskesmas itu, Ubai mendapatkan perawatan darurat. Petugas medis menyarankan agar dirawat di rumah sakit. ”Dari puskesmas, saya mencarikan angkutan menuju rumah sakit umum. Tapi karena rumah sakit umum penuh, saya bawa ke RS Mardi Rahayu,” katanya.

    Usai memastikan temannya dirawat pihak rumah sakit, Harry langsung melaporkan kejadian itu ke keluarga korban. Dia juga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Gebog. ”Kepolisian kabarnya sudah mendatangi rumah pelaku. Tapi ternyata pelaku tidak ada di rumah. Dia melarikan diri,” terang Harry.

    Semnentara itu, saat Jawa Pos Radar Kudus mencoba mengkonfirmasi kejadian ini ke Kapolsek Gebog melalui sambungan telepon belum diangkat. Saat dikirimkan pesan pendek juga belum diberikan jawaban. (him/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top