• Berita Terkini

    Friday, February 26, 2016

    Posramil Bonorowo Budidayakan Ikan

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Posramil Bonorowo membudidayakan ikan di lingkungan kantor setempat sejak tiga tahun silam. Budidaya tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, baik pemerintah kecamatan maupun Pemkab Kebumen. Untuk mendorong pengembangan budidaya ikan tersebut, Dandim 0709 Kebumen Letkol Czi Priyo Sambodo kemarin menebar benih ikan di kolam-kolam yang dibuat oleh para Babinsa Posramil Bonorowo.

    Penebaran benih ikan nila dan lele itu didampingi oleh Camat Bonorowo Gigih Basoka Jadi. Kegiatan tersebut juga melibatkan warga setempat. Menariknya, penebaran benih ikan itu disambut dengan kesenian gojek lesung yang dibawakan oleh ibu-ibu. "Dengan suasana suka cita ini diharapkan memperoleh hasil yang memuaskan," kata Gigih.

    Tidak hanya dalam segi produksi ikannya, namun juga keberlangsungan budidaya tersebut. Pasalnya, tingkat konsumsi ikan di kabupaten berslogan Beriman ini masih tergolong rendah yakni baru mencapai 12,28 kg/ kapita per tahun. Dengan menggeliatnya budidaya ikan di Kebumen diharapkan tingkat konsumsi ikan meningkat. Di samping itu terjalin hubungan sinergis antara masyarakat dengan pemerintah. Mengingat, Pemkab Kebumen sendiri juga menebar benih ikan  secara  berkala di sejumlah perairan umum seperti waduk dan sungai.

    Pada tahun 2016 ini telah disiapkan  penebaran ikan nila sebanyak  70 ribu  di Waduk Sempor. Sementara pada tahun 2015, sebanyak 75 ribu  benih ikan nila ditebar di Jembangan dan Waduk Sempor sebanyak 50 ribu ekor. Juga di Sungai Lukulo sebanyak 40 ribu ekor.

    Khusus untuk penebaran ikan di Waduk Sempor diminta dipertimbangkan lebih lanjut mengingat di tempat tersebut kini banyak terdapat ikan lauhan. Dengan banyaknya ikan lauhan, maka ikan-ikan lainnya habis karena menjadi santapannya. Sehingga penebaran benih ikan menjadi sia-sia.

    Camat Gigih mengimbau masyarakat tidak menggunakan alat/bahan yang  merusak ekosistem seperti setrum ikan, akar tuba atau racun. Karena dengan menggunakan alat/bahan tersebut, tidak hanya  membunuh ikan besar, tetapi ikan-ikan kecilpun ikut mati. Sehingga lambat laun populasi ikan akan punah, dan generasi anak cucu di masa mendatang  tak akan mendapati ikan di sungai-sungai lagi. Dengan terjaganya kelestarian  sumber daya perikanan, maka masyarakat  akan lebih mudah  dalam mencari ikan.  Sehingga   nantinya akan meningkatkan  pendapatan keluarga  serta meningkatkan  angka konsumsi ikan, terutama bagi anak-anak usia dini. Sehingga akan  tumbuh generasi emas yang  sehat, kuat dan cerdas. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top