• Berita Terkini

    Monday, February 29, 2016

    Perkuat Nilai Kebangsaan, Santri Pondok Ikut Sosialisasi

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Ratusan santri, ustad dan warga di sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah Desa Karangsari Kecamatan Kebumen, mengikuti sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang digelar Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar DPR/MPR RI, H Bambang Soesatyo SE MBA, Sabtu (27/2/2016) malam.

    Kegiatan tersebut merupakan program kerja MPR RI dalam upaya menguatkan jati diri dan identitas bangsa. Yakni memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

    Hadir pula dalam acara tersebut Kades Karangsari Hendrata Siswohartono dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Karangsari.
    "Bangsa ini terus didera berbagai masalah dan tantangan yang jika dibiarkan akan mengancam keutuhan NKRI," tandas Setyo Hartadi dari Rumah Aspirasi Bambang Soesatyo yang menjadi narasumber dalam sosialisasi tersebut.

    Setyo menunjuk soal adanya degradasi moral dan masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama. Kondisi ini kemudian memicu tumbuhnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit. Hal itu diperparah dengan berkembangnya pemahaman yang salah atas kebhinekaan dan kemajemukan. Kondisi tersebut sangat rawan menimbulkan konflik sehingga integritas berbangsa harus diperkuat.

    "Semua hal itu terjadi akibat kian tereduksinya nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga  empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, UUD 1945 serta ketetapan MPR, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika harus dipahami masyarakat untuk menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

    Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangsari Kebumen, Kiai Wahyudin Sidiq yang juga menjadi narasumber dalam sosialisasi itu, lebih menyoroti kehidupan berbangsa dan negara melalui sudut pandang Islam.

    Menurut Kyai Wahyudin,  Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara selalu mengajarkan agar dilandasi dengan gerakan kebersamaan atau gotong royong.

    Disisi lain, dia juga mengingatkan pentingnya untuk menjaga lisan, seksualitas, hingga perut. Terutama soal halam dan haram. "Kalau itu (halal dan haram tidak difilter, tidak hanya makanan yang masuk perut, aspal juga bisa dimakan," kata dia yang disambut tawa hadirin.

    Staf Ahli Bambang Soesatyo, Dwi Nugroho menuturkan, posisi pondok pesantren dalam kehidupan bermasyarakat sangat strategis sehingga MPR RI, dalam hal ini Bambang Soesatyo, merasa perlu melakukan sosialisasi pilar kehidupan berbangsa.

    Diharapkan, dari sosialisasi tersebut tertanam rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang tinggi demi menjaga tegaknya NKRI menuju cita-cita proklamasi.
    "Sosialisasi nilai-nilai luhur berbangsa dan negara menjadi suatu kebutuhan untuk menjaga integritas Bangsa Indonesia," pungkasnya. (has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top