• Berita Terkini

    Monday, February 22, 2016

    Pastikan Pasien Miskin Terlayani, Fuad Ingin Layanan RS Dibuat Terpadu

    SUDARNO AHMAD/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dan menghindari kejadian pasien ditolak RS, Bupati Mohammad Yahya Fuad bakal membuat terobosan baru. Terobosan tersebut yaitu nantinya layanan antar rumah sakit dibuat terpadu. Caranya, dengan membuat seluruh RS yang ada di Kabupaten Kebumen akan terkoneksi.

    Hal itu dikatakan oleh Bupati Yahya Fuad, pada acara Coffe Morning bersama wartawan di Gedung F Komplek Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kebumen, belum lama ini.  "Kita ingin ada koordinasi antar rumah sakit sehingga ada kepastian mendapat tempat tidur. Jika rumah sakit A sudah penuh, pasien langsung diantar ke rumah sakit lain yang tempat tidurnya ada yang kosong. Dengan begitu, pasien keluarga miskin tidak perlu menunggu," kata bupati yang dilantik oleh Gubernur Ganjar Pranowo, pada 17 Februari lalu.

    Selain itu, ambulan gratis bagi keluarga miskin, membantu membayar iuran asuransi kesehatan bagi yang tidak menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta kampanye anti rokok, menjadi 'jurus' Bupati Kebumen Yahya Fuad untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan kesehatan yang saling terkait.

    Menurut Fuad, ambulan gratis menjawab alasan keluarga miskin enggan berobat ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya transportasi ke rumah sakit. Program ambulan gratis direalisasikan dengan mengkoordinir ambulan yang dimiliki Puskesmas, rumah sakit, serta ambulan yang dimiliki partai politik, perusahaan, serta organisasi kemasyarakatan.

    Adanya masyarakat yang dinilai mampu namun kenyataannya sulit membayar iuran BPJS Kesehatan, juga menjadi perhatian Fuad. Mereka yang menurut Fuad digolongkan miskin tidak, kaya juga tidak, akan dibantu Pemkab Kebumen bersama pemerintah desa agar bisa membayar iuran KIS.

    Fuad juga akan kampanye anti rokok. Selain mengganggu kesehatan, rokok juga membuat masyarakat miskin semakin miskin. "Uang untuk membeli rokok, sudah bisa untuk membayar iuran KIS atau kebutuhan lain," tegasnya.

    Selain itu, memaksimalkan potensi zakat infak dan sedekah (ZIS) dari masyarakat Kabupaten Kebumen. Disinggung pula potensi ZIS dari kalangan PNS yang belum digali secara maksimal. Padahal potensinya mencapai Rp 1,5 miliar per bulan. Jumlah itu cukup signifikan untuk membantu menanggulangi kemiskinan.

    Belum lagi corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. CSR menurut bupati akan diatur untuk membantu masyarakat miskin, seperti untuk memugar rumah tidak layak huni atau membayar iuran KIS. "Penyalurannya terserah perusahaan, namun tetap mengacu database kemiskinan yang disodorkan Pemkab," imbuhnya.

    Fuad juga akan membudayakan senam dan bersih-bersih lingkungan di masyarakat serta di kantor pemerintah, swasta, dan tempat ibadah. Bersama pejabat Pemkab dan anggota Forkopimda, bupati juga akan melakukan salat Jumat atau salat Subuh bersama dengan masyarakat untuk menggali informasi dari masyarakat selain dari kanal informasi media sosial.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top