• Berita Terkini

    Tuesday, February 9, 2016

    Imlek, Harga Lobster Sempat Melonjak

    SUDARNO AHMAD/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, nelayan Kebumen seperti mengalami musim panen. Pasalnya, semakin tinggi permintaan beberapa jenis ikan dari warga keturunan Tionghoa, sehingga harganya melonjak drastis.

    Seperti menjelang Hari Raya Imlek 2567 yang jatuh pada 8 Februari 2016, harga lobster laut dan bawal putih mengalami kenaikan hingga berkali-kali kali lipat.

    Di tempat pelelangan ikan (TPI) Karangduwur, Kecamatan Ayah, harga lobster mencapai Rp 1 juta per kilogram untuk jenis lobster mutiara. Sedangkan, lobster merah mencapai Rp 600 ribu per kilolgram, dan lobster hijau mencapai Rp 500 ribu per kilogram.

    "Lobster dan bawal putih ini, menjadi ikan sesaji bagi warga keturunan. Karena banyak yang mencari, harganya pun melonjak drastis. Kenaikan harga ikan tersebut terjadi sejak setengah bulan terakhir," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kebumen, Saman, Kamis (4/2/2016)

    Menurutnya, konsumen lobster dan bawal putih ini, bukan hanya kalangan warga Tionghoa di Tanah Air saja. "Tapi banyak juga permintaan dari Singapura dan Jepang, hingga China," ujarnya.

    Bahkan, kenaikan harga ini bukan hanya untuk lobster. Tapi juga, untuk ikan bawal putih yang saat ini harganya mencapai Rp 95 ribu-Rp 120 ribu per kilogram, sementara rajungan sebesar Rp 30 ribu. "Harga-harga itu berlaku di tingkat lelang. Untuk sampai ke konsumen pasti lebih mahal," imbuhnya.

    Hasil tangkapan nelayan di wilatah Kecamatan Ayah itu, untuk mengisi pasar ekspor lobster di Jakarta. Hasil tangkapan nelayan Kebumen ini, di ekspor ke sejumlah negara, seperti Singapura, Thailand, Korea hingga Jepang.

    Dia juga menyatakan, hasil tangkapan lobster nelayan pesisir selatan saat ini cukup banyak, sehingga memudahkan nelayan untuk mengisi pesanan dari Jakarta untuk pasar ekspor.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top