• Berita Terkini

    Sunday, February 14, 2016

    Cuaca Membaik, Pendakian Gunung Slamet Kembali akan Dibuka

    cahyo/radarbanyumas
    PURBALINGGA- Setelah sempat ditutup selama sepekan akibat cuaca ekstrim, jalur pendakian Gunung Slamet melalui Posko Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja kembali dibuka.

    “Besok (hari ini, red) kami Tim SAR dan pengelolaa serta pihak terkait laain akan membahas soal dibukanya kembali jalur pendakian ini. Karena pertimbangan cuaca sudah bisa dikatakan bersahabat. Namun tetap harus ada petunjuk dan kesepakatan bersama,” jelas anggota Tim SAR Gunung Slamet, Slamet Ardianzah, Minggu (14/2).

    Ia mengatakan, penutupan kemarin juga tidak melibatkan dinas terkait seperti Dinbudparpora. Namun tidak menjadi masalah dan demi keselamatan bersama serta keamanan pendaki. Karenanya, segera dilakukan rapat kordinasi bersama untuk segera memutuskan akan tetap ditutup sementara atau dilanjut pembukaan jalur kembali.

    Saat masa penutupan sementara kemarin, Slamet mengaku sempat menunda dan mempersilakan sejumlah rombongan pendaki dari luar Jawa. Pihaknya tidak mau mengambil resiko keselamatan. Dan jika pendaki tetap nekat, terpaksa mereka harus menandatangan surat pernyataan jika ada kondisi gawat darurat, berada di luar kewenangan pengelola.

    “Beruntung tak ada pendaki yang nekat dan tetap mematuhi aturan. Karena ini soal kondisi alam dan tidak karena dibuat- buat,” tegasnya.

    Sementara itu, dari catatan mingguan ketika masih dibuka atau hari biasa, per hari bisa mencapai 200 orang pendaki. Jika saat moment tertentu seperti Agustusan, Tahun baru bisa ribuan pendaki masuk dan mendaki bersama.

    Dia juga mengaku sudah menerima pesanan pedaki yang menginginkan pendakian mulai Maret sampai April. Ada yang berasal dari Jakarta dan luar Jawa.

    “Kalau hasil rapat bersama ini tercapai kesepakatan dibuka kembali, paling tidak mulai Kamis (18/2) sudah bisa dibuka kembali. Saat ini rapat masih membahas semua kondisi di lapangan dan sembari tetap memantau. Kami tidak bisa mengandalkan cuaca di bawah, karena bisa saja di bawah hujan sedang, diatas ada badai maupun hujan dengan intensitas ekstrim,” paparnya. (amr)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top