• Berita Terkini

    Tuesday, February 2, 2016

    Buntut Tewasnya Peserta Trabas, Polisi Periksa 12 Saksi

    dok/ekspres/sudarnoahmad
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Jajaran Polres Kebumen telah memeiksa 12 saksi pasca meninggalnya dua peserta kegiatan trabas atau adventure trail dalam rangka Hari Jadi Kebumen Ke80 pada hari pertama ajang Kebumen One Day Enduro 2 (KODE #2), Sabtu (30/1/2016) kemarin.

    Keterangan dari para saksi ini sangat diperlukan untuk mencari tahu penyebab tewasnya H Mujiono (46) dan Iwan Bigwanto (54), offroad- er dari Bandung di ajang  tersebut.

    Termasuk kemu ngkinan adanya kelalaian dari pihak panitia KODE #2. Kasatreskrim Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto SH menuturkan, dari 12 saksi yang dimintai  keterangan, tujuh diantaranya merupakan panitia lomba. Sisanya adalah saksi dari warga yang melihat langsung peristiwa kecelakaan tragis itu. “Sebelumnya kita juga sudah melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan,” ujar Willy kepada Ekspres, Selasa (2/2).

    Willy menuturkan, pemeriksaan kepada panitia KODE #2 meliputi semua hal. Mulai dari perijinan event, penanggung jawab event, standar pelaksanaan hingga pengamanan lomba. Termasuk dalam hal ini, penyiapan rute atau trek lomba hingga pengawasan panitia lomba di lapangan. Hal lain yang juga ditanyakan adalah asuransi
    dan penanganan para offroader yang mengalami kecelakaan.

    Diketahui, selain dua offroader yang meninggal, ada tujuh offroader lain yang juga mengalami luka- luka. Seperti Wakil  Ketua DPRD Kebumen Miftahul Ulum yang mengalami retak kaki. “Kami meminta keterangan kepada panitia, apakah standar pelaksanaan dan pengamanan lomba sudah dijalankan atau belum. Kalau soal ijin, semuanya lengkap,” lugas Willy.

    Sejauh ini, kata Willy, dari keterangan saksi dan hasil olah TKP di lapangan, pihak kepolisian menyimpulkan jika tewasnya dua offroader dari Bandung tersebut  murni karena kecelakaan tunggal.
    Menurut Willy, sebelum menggelar event tersebut, panitia sudah melakukan pengecekan terhadap track yang akan dilalui pembalap. Sejumlah rute yang memiliki tingkat  kesulitan tinggi dan dianggap membahayakan, dipasangi tanda. Panitia juga menyiagakan sejumlah petugas di lokasi tersebut dan di hampir seluruh track yang dilalui.

    “Bahkan ketika ada gundukan, panitia di lapangan juga mengibarkan bendera kuning agar offroader ber hati-hati dan mengurangi kecepatan,” lanjut Willy.


    Sementara dari hasil olah TKP, Willy menuturkan jika lokasi kecelakaan yang menewaskan dua offroader bukan jalur ekstrim, bahkan merupakan tracklurus. Teta-
    pi, karena korban kurang hati-hati ditambah kurang menguasai medan, akhirnya terjadilah kecelakaan. “Makanya kami menyebut ini sebagai kecelakaan tunggal,” ujar Willy.

    Sebelumnya, Ketua Panitia Kebumen One Day Adventure Seri - 2 (KODE#2), Rahmat Hidayat memastikan semua biaya adminis trasi rumah sakit kedua korban ditanggung panitia. Tak hanya itu, juga memberikan santunan sebesar Rp 2,5 juta serta membantu mengurus asuransi kecelakaan. (has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top