• Berita Terkini

    Sunday, February 21, 2016

    32 Cabang Ganti Serang Panitia Musor KONI

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Tiga puluh dua cabang olahraga yang mengikuti pertemuan di Rumah makan pelangi Sabtu (20/2/2016), justru geram dengan adanya penilaian kejanggalan terkait pelaksanaan Musyawarah Olahraga (Musor) KONI Kabupaten Kebumen yang diketuai oleh Abdul Karnain pada 7 Januari lalu. Mereka pun akhirnya berganti menyerang Karnain.

    Karnain sendiri berargumen apa yang dilakukannya benar, karena pihaknya telah menanyakan langsung kepada KONI Provinsi Jawa Tengah. Bahkan ia bersama perwakilan KONI Jawa Tengah telah menghadap Bupati Kebumen Yahya Fuad menyusul perseteruan paska pelaksanaan Musor KONI Kebumen.

    "Penilaian ini bukan dari saya, tetapi KONI Provinsi Jateng yang menyatakan Musor KONI Kebumen terjadi deadlock, sehingga perlu dipertemukan kembali agar disepakati apakah akan dilanjutkan atau tidak," katanya.

    Adanya pernyataan Karnain itu, justru memicu reaksi keras dari cabang olahraga yang hadir. Pasalnya, yang dimaksud deadlock seperti yang disebutkan Karnain itu, ternyata dalam proses pelaksanaan Musor tidak dibentuk komisi-komisi terlebih dahulu. Namun langsung dilaksanakan voting yang dimenangkan oleh Dwi Aries Pambrasto dengan perolehan 24 suara. Sedangkan Karnain hanya meraup 8 suara. Satu suara abstain dari KONI Provinsi Jateng,yang kemudian dijadikan salah satu penyebab atas ketidaksahan pelaksanaan Musor.

    Padahal, dalam pelaksanaan Musor yang juga diikuti Karnain itu telah disepakati tidak ada pembahasan komisi. Begitu juga dalam tata tertib tidak tercantum adanya pembahasan komisi. Dan ketidakikutsertaan KONI Jateng dalam Musor itu bukan kesalahan panitia karena pihak bersangkutan telah diundang dan datang saat pembukaan. Hanya saja kemudian ke luar dan tidak mengikuti sidang Musor. "Kalau memang itu dianggap salah, mestinya yang bertanggung jawab adalah panitia," kata Dwi Aries Pambrasto yang dalam hal ini berkapasitas sebagai Ketua Cabang Olahraga Hocky Kebumen.

    Hal senada juga disampaikan Khayub Muhamad Lutfi, Ketua Pertina yang juga Ketua Umum demisioner KONI Kebumen.  Khayub bahkan mempertanyakan ada apa sebenarnya di balik penyoalan Musor tersebut.  Mestinya hasil pelaksanaan Musor tersebut dihormati bersama. "Kami jelas tidak ikhlas kalau KONI hanya untuk mainan," tuturnya.

    Pada pertemuan itu akhirnya disepakati untuk tetap mempertahankan hasil Musor KONI pada 7 Januari silam. Selanjutnya ditindaklanjuti secara administrasi untuk dilaporkan dan disahkan oleh KONI Provinsi Jateng dengan menyertakan rekomendasi dari Bupati Kebumen Yahya Fuad. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top