• Berita Terkini

    Tuesday, January 19, 2016

    Taruni Akmil Uji Coba Mortir 81 di Lapangan Tembak Setrojenar

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Ada yang berbeda pada kegiatan latihan menembak yang digelar TNI AD di lapangan tembak Dinas Penelitian Pengembangan (Dislitbang) TNI AD, Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren. Dari 229 personel yang berlatih, sebanyak 16 diantaranya merupakan Taruni tingkat III Akademi Militer (Akmil). Para taruni itu, mengikuti pelatihan menembak mortir 81 mm.

    Hadir dalam kegiatan latihan menembak tersebut  Gubernur Akmil Mayjen TNI Hartono, Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Putra Widyawinaya SH,  Calon Dandim 0709/Kebumen Letkol Czi Priyo Sambodo, Klandislitbangad Mayor Kav Sapiin,  Pasi Intel Dim 0709/Kebumen, Kapten Arh Kholiludin dan Danramil 13/Buluspesantren Kapten Arh Siswoto.

    Komandan latihan Letkol Inf Suwardi mengatakan, pada latihan kali ini, para personil dilatih untuk dapat menggunakan sejumlah senjata  meliputi mortir 60 Co,  mortir 60 RL, mortir 81 dan  senjata laras panjang FNC.  Selain itu peserta juga dilatih mengunakan senjata dan granat granat asap 60 KO,  granat MO 60 mm KO ( GMOB 6 PE AI), granat senapan (GSP 4 PE),  Mu Kal 5,56 mm Mu 5 tj ( pendorong GSP ), granat MO 60 mm LR (GMO 6 PE A2), granat asap MO 60 mm, granat MO 81mm Tampela (GMO 8 PE AI), dan granat asap MO 81mm Tampela.

    Latihan senjata yang dimulai pada  Selasa (19/1) itu dijadwalkan akan berakhir hari ini, Rabu (20/1/2016).  Kegiatan akan hingga hingga pukul 16.00 WIB. ”Jarak tembak dan jarak sasaran Jatpoklintar dan linkung ke arah timur Desa Setrojenar dengan jarak 650 sampai dengan  4500 meter, sebagai sasaran Bakjat Mo 60 Comando, Mo 60 Lorinco, Mo 81 dan uji coba jat mortir. Ini dilaksanakan oleh pelatih arah timur, sebelum di pergunakan oleh siswa,” tuturnya.

    Sementara itu Gubernur Akmil Mayjen TNI Hartono mengatakan latihan Taruni mengunakan mortir 81 adalah untuk yang pertama kalinya di Indonesia. Selama ini target Taruni adalah 18 orang per angkatan, namun dalam setiap angkatan target tersebut belum bisa dipenuhi. Taruni tingkat III 16 orang dan Taruni  Tingkat  II 12 orang.

    Dalam pendidikan Akmil tidak ada perbedaan perlakuan, baik itu untuk Taruna maupun Taruni. “Jika pada saatnya nanti kalian menjadi perwira, maka tugas ambilah tugas yang paling berat dari negara. Akan tetapi kalian juga harus memikul tanggung jawab tersebut bersama anggota kalian,” tegasnya. Sembari menambahkan jika tentara adalah benteng pertahanan negara. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top