• Berita Terkini

    Thursday, January 21, 2016

    Stadion Candradimuka Jadi Ajang Mesum

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Warga mengeluhkan situasi Stadion Candradimuka khususnya pada malam hari. Salah satunya, soal banyaknya praktek mesum di stadion kebanggaan kota Beriman tersebut.

    Salah satu warga,  Wrin (37) mengaku sering merasa risih dengan  pasangan muda-mudi asyik masyuk pacaran terutama menjelang sore. Biasanya, pasangan muda-mudi tersebut sengaja memilih tempat sepi seperti di sebelah timur stadion.

    Makin parah, saat menjelang tengah malam. Area tersebut kerap dijadikan mangkal para waria. Biasanya para waria akan mangkal sekitar pukul 23.00 WIB. Tarif yang di tawarkan pun beragam. Namun umumnya berkisar Rp 30 ribu. “Kalau malam hari, disini kerap dijadikan tempat “jualan” para waria,” tutur Win yang  kerap berada di area tersebut, Rabu (20/1/2016).

    Hal senada juga di sampaikan oleh Manan Faozi (35) yang tidak lain adalah pengurus Forum Peduli AIDS (FPA) Bougenvile Kebumen. Menurutnya waria yang kerap mangkal di sekitar area Stadion berjumlah sekitar lima orang. Waria itu sendiri umumnya tersingkir dari kehidupan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian diperlukan langkah yang bijaksana dalam menanggulangi persoalan tersebut. “Yang jelas, kita harus bijaksana,” katanya singkat.

    Sementara itu, Kasatpol PP Pemkab Kebumen RAI Ageng Sulistyo Handoko melalui Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah Sugito Edi Prayitno mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan razia, terkait dengan hal itu. Razia tersebut untuk menciptakan Kebumen yang tertib. “Dalam waktu dekat akan kita akan melakukan penertiban,” paparnya.
    Di Kebumen area yang kerap digunakan untuk tempat mesum bukan hanya di Stadion saja. Sudah menjadi rahasia umum jika alun-alun Kebumen juga kerap menjadi tempat strategis bagi muda-mudi untuk melakukan wisata biologis. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan Pemerintah Kabupaten Kebumen memasang Asmaul Husna di area alun-alun Kebumen. “Minimal dengan tulisannya dulu, diharapkan dengan adanya Asmaul Husna, akan meminimalisir penggunaan alun-alun untuk kepentingan negatif,” ucap PJ Bupati Kebumen Drs Mohamad Arief Irwanto MSi, beberapa waktu lalu. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top