• Berita Terkini

    Friday, January 15, 2016

    Soal Pengurus Gafatar yang Hilang, Keluarga Anggap Wisnu Korban

    istimewa
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Mantan sekretaris DPC Gabungan Fajar Nusantara (Gafatar) Kebumen, Wisnu Setiawan (36) tampaknya benar-benar menghilang. Dari penuturan keluarganya, sejak pergi enam bulan lalu, Wisnu tak pernah memberi kabar kepada keluarganya di Desa/Kecamatan Kutowinangun.

    Ibu kandung Wisnu, Ambar (66) ditemui Kamis, (14/1/2016) mengaku hanya bisa pasrah terkait nasib anak kandungnya tersebut.  Pasalnya sejak Wisnu pamit ke Kalimantan Barat enam bulan lalu, dia tidak pernah memberi kabar kerumah. Bahkan no HP nya juga sudah tidak aktif.

    Menurutnya, Wisnu masuk ke organisasi Gafatar karena diajak oleh temannya. Sebelumnya, Wisnu dikenal anak yang sangat baik dan lugu. Setelah pulang dari Jepang dia pernah juga bekerja di Bank Danamon Kebumen. Sejak saat itu Wisnu sering memberi uang untuk organisasi yang dia ikuti. “Kalau tidak salah yang mengajak Wisnu bernama Subekti. Setelah mengikuti Gafatar Wisnu sering melakukan kegiatan seperti bersih-bersih lingkungan. Tadinya saya mengira ini penipuan, karena Wisnu sering menyerahkan uang,” katanya.

    Dari pihak keluarga lanjutnya, sudah berkali-kali menasihatinya agar tidak mengikuti organisasi tersebut. Bahkan ayahnya terus menasihatinya hingga jatuh sakit, stroke dan kemudian meninggal dunia. Saat dinasehati Wisnu tidak pernah membangkang, dia hanya diam meskipun tidak melasanakan nasihat tersebut. Faktanya Wisnu masih mengikuti organisasi Gafatar. “Saya tidak tahu banyak, tapi anak saya kaya sudah dicuci otaknya atau didoktrin, sehingga pengaruh organisasi itu sangat kuat,” paparnya.

    Hingga kini tidak ada kabar apapun yang diterima ibunya terkait keberadaan Wisnu. Yang  jelas kabar terakhir Wisnu berada di Kalimantan Barat. Sebagai orang tua Ambar hanya bisa berdoa dan berharap agar semua kembali seperti biasanya. “Mudah-mudahan semua akan kembali seperti biasanya, Wisnu anak yang sangat baik. Namun  dia sangat lugu sehingga mudah dipengaruhi,” ungkapnya.

    Wisnu yang pernah kerja di Bank Danamon Kebumen juga diakui oleh Staff Marketing Bank Danamon Kebumen Andri. Menurutnya Wisnu hanya bekerja selama satu tahun di Bank Danamon Kebumen sebagai debt collector. Wisnu berhenti bekerja sejak tahun 2013. “Kinerjanya biasa aja, dia juga kurang bisa memenuhi target perusahaan,” ucapnya.(mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top